Rifan Financindo Berjangka Gaet 295 Nasabah Baru di Palembang

Oleh: Dinda Wulandari 24 September 2018 | 10:31 WIB
Rifan Financindo Berjangka Gaet 295 Nasabah Baru di Palembang
Kepala Cabang PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) Palembang Eko Budhi Prasetyo memberikan paparan kinerja di Palembang, Sumatra Selatan, Senin (24/9)./Bisnis-Dinda Wulandari

Bisnis.com, PALEMBANG -- PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Palembang telah menggaet 295 nasabah baru untuk berinvestasi di pasar berjangka sepanjang Januari-Agustus 2018.

Kepala Cabang Rifan Financindo Berjangka (RFB) Eko Budhi Prasetyo mengatakan jumlah nasabah baru tersebut tumbuh 22,41% dari tahun lalu yang masih sebanyak 241 nasabah.

"Pertumbuhan nasabah baru itu tidak terlepas dari edukasi yang sering kami berikan terkait investasi di bursa komoditi berjangka kepada masyarakat di Palembang," ujarnya, Senin (24/9/2018).

Eko menerangkan Palembang merupakan cabang yang tercatat memiliki nasabah baru terbanyak sejak tahun lalu di luar Jakarta. Pihaknya menargetkan pertumbuhan bisa menyentuh 500 nasabah baru hingga akhir tahun ini.

Saat ini, perusahaan telah berekspansi di sembilan kota besar di Tanah Air, seperti Medan, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya.

"Pertumbuhan jumlah nasabah baru itu juga diikuti pertumbuhan transaksi yang sangat signifikan selama delapan bulan terakhir di Palembang," paparnya.

Berdasarkan catatan perseroan, transaksi perdagangan di Palembang bahkan tumbuh lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun lalu.

Misalnya, transaksi perdagangan komoditi yang tumbuh 443,34% dari semula 7.568 lot menjadi 41.120 lot. Sementara itu, transaksi Sistem Perdagangan Alternatif (SPA) meningkat 81,37% dari 57.685 lot menjadi 104.625 lot.

Perseroan menjelaskan tingginya transaksi dan jumlah nasabah tersebut juga menunjukkan minat masyarakat terhadap bursa berjangka makin besar untuk menjadi portofolio investasi.

Sementara itu, Vice President Manager RFB Utami Ningsih menyatakan dalam berinvestasi di bursa berjangka, nasabah harus disiplin dan sesuai rencana (planning).

"Kalau transaksi tanpa planning itu yang bisa fatal [menimbulkan kerugian], dan jangan mengikuti emosi," ucapnya.

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya