Akselerasi Pembangunan Danau Toba Butuh Sinergi Semua Pihak

Oleh: Ropesta Sitorus 13 September 2018 | 19:48 WIB
Akselerasi Pembangunan Danau Toba Butuh Sinergi Semua Pihak
Kawasan Kebun Raya Samosir di Danau Toba diforestasi/Kabar Samosir

Bisnis.com, MEDAN – Seluruh pemangku kepentingan di Sumatra Utara didorong untuk bersinergi dalam mengakselerasi pembangunan sektor pariwisata, khususnya kawasan strategis pariwisata nasional Danau Toba - salah satu dari 10 destinasi prioritas nasional.

Suhaedi, Kepala Departemen Bank Indonesia Regional Sumatra, mengatakan kendati fundamental perekonomian Indonesia masih positif, pengembangan pariwisata perlu dipercepat guna menjaga pertumbuhan dan stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global.

“Percepatan pembangunan pariwisata Danau Toba sangat penting dalam mendorong pertumbuhan dan menjaga stabilitas ekonomi Sumut,” katanya dalam Diseminasi Kebijakan Moneter yang dilakukan Bank Indonesia dengan tajuk “Penguatan Keseimbangan Eksternal Perekonomian dan Strategi Pengembangan Pariwisata” di Medan, Kamis (13/9/2018).

Dia menjelaskan, meskipun ekonomi AS tumbuh lebih tinggi, mitra dagang Indonesia lainnya seperti Eropa, Tiongkok, Jepang tengah mengalami perlambatan pertumbuhan.

Selain itu, faktor ketidakpastian kecepatan naiknya suku bunga AS serta perang dagang juga ikut berdampak negatif pada stabilitas ekonomi karena membuat aliran dana keluar dari negara berkembang.  

Di sisi lain, industri pariwisata telah terbukti mampu mencatatkan surplus dalam mendatangkan devisa selama 8 tahun terakhir. Selain membuka lapangan kerja, masuknya wisatawan mancanegara juga diyakini akan mendatangkan devisa sehingga dapat mengatasi masalah defisit transaksi berjalan.

Oleh karena itu, pengembangan sektor pariwisata juga harus digenjot untuk memperkuat stabilitas ekonomi. Hal ini terutama bagi Sumut yang selama ini hanya menggantungkan pertumbuhannya pada sektor tertentu, seperti CPO dan karet, sehingga rentan dengan fluktuasi harga global.

Suhaedi berharap potensi sektor pariwisata Danau Toba dapat dimaksimalkan dengan adanya Badan Pelaksana Otorita Danau Toba yang didukung dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, serta seluruh pelaku industri.

“Semoga pariwisata kita akan bisa mengimbangi Thailand dan Malaysia yang selama ini selalu membayang-bayangi kita. Saat Asian Games kita bisa ranking 4, jauh lebih unggul, oleh karena itu kita bisa mewujudkan Danau Toba yang lebih menarik, kuncinya pada sinergi dan akselerasi,” katanya.

Sumut membidik 1 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebagai bagian dari target nasional 20 juta wisman pada 2019 dengan proyeksi total devisa US$20 juta.

Pjs Kepala Perwakilan BI Sumut Hilman Tisnawan menambahkan, percepatan pariwisata menjadi perhatian dan prioritas BI guna memperkuat stabilitas moneter.

Peran yang dilakukan bank sentral tersebut antara lain lewat desa binaan, UKM binaan serta fasilitasi transaksi pembayaran, baik tunai maupun nontunai di daerah destinasi wisata.

“Jaringan perbankan dan ATM harus diperbanyak di daerah wisata. Wisatawan tidak perlu bawa banyak uang tunai karena bisa dengan kartu kredit dan debit, bahkan ke depan bisa dilayani dengan uang elektronik. Kami wujudkan itu lewat koordinasi dengan perbankan dan BPODT,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) Arie Prasetyo dalam dua tahun terakhir, bidang pariwisata Danau Toba semakin membaik terutama ditinjau dari 3A alias atraksi, aksesibilitas dan amenitas.

Atraksi kawasan Danau Toba, katanya, sangat kaya baik wisata alam, budaya, manmade. Adapun untuk aksesibilitas menuju destinasi tersebut semakin mudah terutama dengan ditetapkannya Bandara Silangit sebagai bandara internasional.

Begitu juga dengan peningkatan service level dari sisi amenitas seperti hotel dan restoran, terus dilakukan. Sejalan dengan itu, pembangunan Danau Toba juga difokuskan pada sumber daya manusia lewat program sadar wisata, terutama untuk pelaku industri.

“Memang belum 100% seperti yang diinginkan, tentu pengembangan ini perlu waktu. Kami ingin di Danau Toba lebih banyak open trip, seperti paket wisata kopi atau mangongkal holi, ini bisa dikemas sebagai atraksi yang menarik seperti halnya prosesi ngaben di Bali yang mendatangkan devisa.”

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Sumatra Utara R. Sabrina mengatakan dalam menguatkan bidang pariwisata, ada beberapa aspek yang akan dipacu.

Antara lain, pembangunan infrastruktur dan peningkatan ruas jalan untuk memacu akses dan konektivitas. Selain itu, pemerintah juga meningkatkan promosi dan mempercepat proses sertifikasi lahan untuk pembangunan fasilitas pendukung, penyediaan air bersih, hingga peningkatan kualitas SDM lewat pendidikan vokasi.

“Sebagai tindaklanjut, pemerintah provinsi akan melakukan penguatan data dan informasi, meningkatkan akses pembiayaan bagi usaha di sektor pariwisata dan pendukung lewat penyaluran KUR, serta mengupayakan sistem pembayaran digital,” kata Sabrina.

Editor: Martin Sihombing

Berita Terkini Lainnya