2019, PLN Yakin Rasio Elektrifikasi di Mentawai 100%

Oleh: Heri Faisal 05 September 2018 | 20:55 WIB
2019, PLN Yakin Rasio Elektrifikasi di Mentawai 100%
Ilustrasi: Petugas PT PLN merawat jaringan listrik./Bisnis.com-Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, TUAPEJAT, Sumbar – Manajemen PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) meyakini rasio elektrifikasi 100% di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat, bakal terpenuhi pada 2019.

General Manager PLN Wilayah Sumbar Susiana Mutia mengatakan perseroan akan berusaha mempercepat realisasi pencapaian rasion elektrifikasi di daerah itu agar masyarakat daerah terluar juga merasakan dampak pembangunan.

“Target kami tahun depan sudah bisa rasio elektrifikasi 100% di Mentawai, sehingga masyarakat memang merasakan kehadiran listrik,” ujarnya di Tuapejat, ibu kota Kabupaten Kepulauan Mentawai, pada Rabu (5/9/2018).

Menurutnya, rasio elektrifikasi PLN di Mentawai pada tahun lalu mencapai 31,18% dengan elektrifikasi total termasuk non-PLN sebesar 43,05%.

Adapu rasio elektrifikasi PLN saat ini ke daerah terluar bagian barat itu baru 34,61% dengan rasio elektrifikasi total 46,20%. Ditargetkan tahun ini rasio elektrifikasi PLN menjadi 48,20% dan rasio total 60%.

Susiana mengatakan PLN mematok rasio desa dialiri listrik di Mentawai mencapai 100% tahun ini, serta rasio elektrifikasi mencapai 100% pada tahun depan.

Ilya Avianti, Komisaris Utama PLN, menyebutkan pemenuhan listrik di seluruh wilayah Indonesia merupakan upaya pemerataan dan percepatan pembangunan, yang sejalan dengan program nawacita presiden.

“Pemenuhan listrik menjadi penting di seluruh Indonesia sebagai upaya pemerataan dan percepatan pembangunan, termasuk di Mentawai,” ujarnya.

Ilya mengharapkan dengan terpenuhinya elektrifikasi di Mentawai akan mempercepat pembangunan daerah itu, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

Hari Kristijo, PPK Satker MCA Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), mengatakan pembangunan pembangkit listrik itu merupakan hibah dari Millennium Challenge Account (MCA), lembaga yang menjalankan hibah dari Amerika Serikat, yang digunakan untuk program pengembangan listrik di daerah terluar.

“Programnya sudah selesai, dan segera kami serahkan ke pemda [Kabupaten Kepulauan Mentawai]. Nanti pemda yang operasikan lewat perusda untuk dijual ke PLN,” ujarnya.

Dia mengatakan pembangunan pembangkit listrik tenaga biomassa (PLTBM) itu sebagai upaya mempercepat program Mentawai Terang sekaligus terpenuhinya elektrifikasi 100% di daerah itu.

Menurutnya, kehadiran pembangkit itu akan memenuhi kebutuhan daya di Mentawai, sehingga bakal mempercepat setiap desa menggunakan listrik.

Hari mengklaim PLTBM adalah pembangkit ramah lingkungan, karena sumber bahan baku yang digunakan adalah bambu, sehingga memberikan manfaat yang banyak bagi masyarakat dan berkelanjutan.

Selain ramah lingkungan, sumber bahan baku bambu juga bakal memberikan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat, karena akan ditanam sendiri oleh masyarakat untuk dijual ke perusahaan pengelola PLTBM.

Editor: M. Syahran W. Lubis

Berita Terkini Lainnya