PLN Targetkan 2021 Seluruh Masyarakat Mentawai Nikmati Listrik

Oleh: Heri Faisal 04 September 2018 | 22:50 WIB
PLN Targetkan 2021 Seluruh Masyarakat Mentawai Nikmati Listrik
Petugas PLN/Bisnis.com-Denis

Bisnis.com, TUAPEJAT — PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menargetkan paling lambat pada 2021 seluruh masyarakat di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat sudah menikmati jaringan listrik.

Menager Perencanaan PLN Wilayah Sumbar Agus Prasetyo menjanjikan paling lambat pihaknya bisa memenuhi kebutuhan listrik bagi masyarakat di kepulauan terluar itu hingga ke pelosok pedusunan pada 2021 mendatang.

“Asal infrastruktur jalannya terpenuhi, kami pastikan elektrifikasi 100% di seluruh Mentawai sampai pelosok pedusunan terpenuhi,” katanya, Selasa (4/9/2018).

Bahkan, secara umum, menurutnya pada 2020 elektrifikasi 100% sudah bisa terpenuhi di seluruh desa di daerah itu.

Makanya, imbuh Agus, pihaknya mendorong pemerintah daerah mempercepat pembangunan infrastruktur jalan dan akses transportasi untuk juga memudahkan PLN membangun jaringan ke seluruh wilayah Mentawai.

“Bagaimana kami bangun jaringan, kalau infrastruktur jalannya juga belum ada. Jadi beriringan dengan pembangunan infrastruktur,” ujarnya.

Dia mengatakan saat ini elektrifikasi di Mentawai baru berkisar 46%, disebabkan pembangunan jaringan listrik yang masih terbatas.

Agus mengungkapkan untuk kebutuhan daya, bagi masyarakat Mentawai sudah surplus namun tidak bisa disalurkan karena keterbatasan infrastruktur jaringan.

Menurutnya, kebutuhan daya listrik bagi masyarakat setempat hanya berkisar 6 MW saja, namun baru sekitar setengahnya yang bisa disalurkan ke masyarakat.

Apalagi, pada Rabu (5/9/2018), pemerintah bakal meresmikan lagi tiga unit pembangkit listrik tenaga biomasa (PLTBM) berkapasitas total 700 Kw di daerah itu.

Hari Kristijo, PPK Satker MCC Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengatakan pembangunan PLTBM itu merupakan hibah dari MCC, Amerika Serikat yang digunakan untuk program pengembangan listrik di daerah terluar.

“Programnya sudah selesai, dan segera kami serahkan ke pemda [Kabupaten Kepulauan Mentawai]. Nanti pemda yang akan operasikan lewat perusda untuk dijual ke PLN,” ujarnya.

Dia mengatakan pembangunan pembangkit listrik tenaga biomasa itu sebagai upaya mempercepat program Mentawai terang sekaligus terpenuhinya elektrifikasi 100% di daerah yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia itu.

Menurutnya, kehadiran pembangkit itu akan memenuhi kebutuhan daya di Mentawai, sehingga bakal mempercepat setiap desa menggunakan listrik.

Hari mengklaim, PLTBM adalah pembangkit ramah lingkungan, karena sumber bahan baku yang digunakan adalah bambu, sehingga dinilai memberikan manfaat yang banyak bagi masyarakat dan berkelanjutan.

Selain ramah lingkungan, sumber bahan baku bambu juga bakal memberikan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat, karena akan ditanam sendiri oleh masyarakat untuk dijual ke perusahaan pengelola PLTBM.

Dalam prosesnya, bambu dipotong kecil – kecil dan dibakar, kemudian gas hasil pembakaran itu dikelola menjadi sumber energi listrik. Sisa pembakaran bambu berupa arang juga bisa dijual kembali dan dijadikan pupuk.

Dia menuturkan pembangkit listrik biomasa di Mentawai merupakan yang pertama di Tanah Air, bahkan diyakini juga di seluruh Asia.

“PLTBM ini yang pertama di Indonesia, bahkan di Asia. Ini memang inovasi baru yang ramah lingkungan, karena sumber dayanya juga banyak sekali di Mentawai,” ujarnya.

Editor: Martin Sihombing

Berita Terkini Lainnya