INSA Batam Minta Kehadiran Pelindo Tak Geser Pengusaha Lokal

Oleh: Sarma Haratua Siregar 07 Agustus 2018 | 18:48 WIB
INSA Batam Minta Kehadiran Pelindo Tak Geser Pengusaha Lokal
INSA

Bisnis.com, BATAM – DPD Indonesian National Shipowners' Association (INSA) Batam meminta pemerintah menesign secara teliti pola kerjasama pengelolaan dermaga Batuampar dengan PT Pelabuhan Indonesia I (Persero).

Ketua DPD INSA Batam Osman Hasyim meminta pemerintah menjamin aktifitas bisnis Pelindo I di Pelabuhan Batuampar tak membunuh aktifitas pengusaha lokal. Sebaliknya, kehadiran Pelindo I mempekuat aktifitas yang dilakukan oleh pengusaha lokal.

“BP Batam harus bijaksana mengatur sejak awal. Justru pemerintah harus memberdayakan peran swasta lokal untuk membangun Pelabuhan dan industri Pelayaran Batam,” jelasnya, Selasa (7/8).

INSA mendukung langkah pemerintha menggandeng PT Pelindo I untuk mengembangkan kapasitas Pelabuhan Batuampar. Menurutnya langkah tersebut lebih baik ketimbang menggandeng perusahaan luar negeri.

Namun selain membawa dampak positif, aktifitas Pelindo di Pelabuhan Batuampar juga bisa menimbulkan dampak negatif, yakni mengeliminir aktifitas kepellabuhanan yang selama ini ditangani pengusaha lokal.

Menurut Osman, kekhawatiran ini timbul dari pengalaman di sejumlah pelabuhan di Indonesia. Pelindo yang punya sumberdaya yang cukup kuat akhirnya menguasai seluruh sektor usaha kepelabuhanan, dan perlahan menggeser pengusaha lokal.

Menurut INSA, BP Batam harus memberikan perlindungan sejak dini kepada pengusaha lokal. Salah satu caranya dengan memastikan bahwa beberapa sektor usaha yang selama ini ditangani oleh pengusaha lokal tetap terbuka.

“Jangan sampai monopoli semua, karena punya daya yang besar. Kami minta kegiatan-kegiatan tertentu dibuka untuk perusahaan-perusahaan lokal. Kita ingin peran BUMN sebagai lokomotif pembangunan, bukan sebaliknya,” tegas Osman.

Sementara itu dalam penandatanganan nota kesepahaman dengan BP Batam Direktur Pelindo 1 Bambang Eka Cahyana menegaskan, pihaknya akan tetap melibatkan pengusaha lokal dalam hal pengembangan Batuampar.

Menurutnya, kehadiran Pelindo I di Batuampar adalah untuk memenuhi kebutuhan pengusaha di Batam, termasuk yang bergerak di Sektor pelabuhan dan pelayaran. “Kami akan tetap libatkan pengusaha setempat dalam pengembangan Batuampar,” jelasnya.

BP Batam dan Pelindo resmi resmi mengikat kesepahaman melalui penantadatangan nota kesepahaman akhir Juli silam.

Sebagai langkah kongkrit, Pelindo akan langsung melakukan aktifias bongkar muat di Batuampar 100 hari sejak kesepakatan ditandatangani.

Sementara untuk jangka panjangnya, pengembangan pelabuhan Batuampar akan dituntaskan dalam waktu 1,5 tahun. Pelindo I telah menyiapkan investasi untuk membangun tambahan lapangan penumpukan peti kemas, pengadaan container crance dan Automatic RTG.

Dia berharap, biaya logistik yang kompetitif akan mampu meningkatkan daya saing Batam.

Dengan demikian, Batam mampu menjadi magnet bagi industri-industri manufaktur. Ketersediaan pelabuhan yang memadai, dengan biaya logistik yang kompetitif sudah lama diidamkan oleh investor di Batam.

Dilain pihak, Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo berharap peningktan pelabuhan Batuampar akan mendukung fungsi Batam sebagai bagian terdepan pengembangan ekspor nasional.

Batam bisa diandalkan oleh industri di indonesia untuk dijadikan akses mendapatkan bahan baku, sekaligus mengirimkan produk-produknya ke luar negeri.

Peningkatan kapasitas pelabuhan Batuampar menjadi prioritas BP Batam. Terutama perpanjangan dermaga utara dan penambahan fasilitas crane. Rencananya kapasitas pelabuhan ini akan ditambah dari sekitara 400 ribu TEUs menjadi 3 sampai 4 kali lipatnya.

Nilai investasi untuk pengembangan pelabuhan ini mencapai USD 160 juta, atau sekitar Rp 2,16 triliun.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya