Survei Tendensi Konsumen: Sumut Lebih Pesimistis pada Q3/2018

Oleh: Ropesta Sitorus 06 Agustus 2018 | 18:49 WIB
Ilustrasi/Bisnis

Bisnis.com, MEDAN – Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatra Utara menyatakan tingkat optimistis dan kondisi ekonomi konsumen di Sumut pada kuartal II/2018 mengalami perbaikan didorong peningkatan pendapatan masyarakat.

Hal itu tercermin dari indikator Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Sumut pada kuartal II/2018 sebesar 125,05, lebih tinggi dibandingkan dengan ITK pada kuartal I/2018 sebesar 101,22%.

“Artinya kondisi ekonomi konsumen membaik dengan tingkat optimisme konsumen pada kuartal II/2018 lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal I/2018,” kata Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bidang Neraca Wilayah BPS Sumut Sabar A. Harianja di Medan, Senin (6/8/2018).

Sementara itu, untuk kuartal III/2018 konsumen di Sumut cenderung lebih pesimitis dengan proyeksi ITK diperkirakan sebesar 95,06.

“Artinya kondisi ekonomi konsumen pada kuartal III/2018 diperkirakan tidak lebih baik dibandingkan dengan kuartal II/2018. Tingkat pesimisme konsumen disebabkan oleh rendahnya rencana pembelian barang tahan lama,” tuturnya.

Lebih lanjut, Sabar menjelaskan, dibandingkan dengan provinsi lain di Sumatra, nilai ITK Sumut pada kuartal kedua tahun ini berada pada urutan ketiga, setelah Provinsi Bangka Belitung dan Sumatra Selatan. Adapun, yang terendah yakni provinsi Riau dengan ITK 117,18.

Sebagai informasi, ITK adalah indikator perkembangan ekonomi terkini yang dihasilkan oleh BPS melalui Survei Tendensi Konsumen. ITK merupakan indeks yang menggambarkan kondisi ekonomi konsumen pada kuartal berjalan dan perkiraaan pada kuartal mendatang.

Sebelum kuartal I/2011, BPS hanya melaksanakan STK di wilayah Jabodetabek. Sejak kuartal I/2011, pelaksanaan STK diperluas ke seluruh provinsi dengan jumlah sampel 10.865 rumah tangga.

Pada kuartal II/2018, jumlah sampel se Indonesia sebanyak 14.600 rumah rangga dan Sumut sebanyak 640 rumah rangga.

Responden STK kuartal II/2018 dipilih pada strata blok sensus kategori sedang dan tinggi berdasarkan wealth index, dan merupakan sub-sampel dari Survei Sosial Ekonomi Nasional khusus di daerah perkotaan.

Editor: Martin Sihombing

Berita Terkini Lainnya