Semen Indonesia Tunda Pembangunan Pabrik di Aceh

Oleh: Muhammad Abdi Amna 02 Agustus 2018 | 18:59 WIB
Ilustrasi/Bisnis

Bisnis.com, MEDAN—PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. memutuskan menunda penyelesaian pembangunan pabrik semen berkapasitas 2 juta sampai 3 juta ton per tahun di Provinsi Aceh.

Agung Wiharto, Corporate Secretary PT Semen Indonesia (Persero) Tbk., mengatakan keputusan penundaan penyelesaian pembangunan pabrik Semen Indonesia Aceh seiring permasalahan lahan dengan penduduk lokal yang belum tuntas.

“Berdasarkan rekomendasi Komite Investasi, pabrik Semen Indonesia Aceh disarankan untuk di-hold pengerjaannya dan hal tersebut telah disetujui manajemen,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (2/8/2018).

Selanjutnya, PT Samana Citra Agung selaku mitra lokal di Aceh bertanggung jawab untuk menyelesaikan seluruh proses pembabasan lahan hingga clean and clear. Pembangunan pabrik akan dilanjutkan ketika seluruh proses pembebasan lahan selesai.

Perlawanan dari masyarakat lokal hingga melakukan pelaporan kepada pihak Kepolisian, lanjutnya, menjadi faktor utama Semen Indonesia menunda penyelesaian proyek tersebut. Diperkirakan, total investasi yang dibutuhkan untuk penyelesaian pabrik tersebut mencapai Rp5 triliun.

Selain permasalahan lahan, tuturnya, faktor kelebihan pasokan semen di dalam negeri juga menjadi pertimbangan perusahaan. Pada tahun lalu total produksi semen di dalam negeri mencapai 107 juta ton, sementara konsumsi dalam negeri hanya 66 juta ton.

Agung memperkirakan pembanguan pabrik semen di Aceh akan dilanjutkan ketika selisih pasokan dan konsumsi semen dalam negeri menipis pada 2024.

Dengan rata-rata pertumbuhan konsumsi semen 7% per tahun, maka pada 2024 konsumsi semen nasional diperkirakan sebesar 105 juta ton.

“Konsumsi semen dalam negeri rata-rata tumbuh 5% sampai 7% per tahun, kita asumsikan tumbuh tinggi setiap tahun, maka 2024 itu gap-nya menyempit. Tetapi kami pastikan pabrik semen Aceh tidak dibatalkan, hanya di hold dulu,” tuturnya.

Sejauh ini, proyek pabrik di Aceh masih dalam tahap pembangunan fondasi gedung. Aceh dipilih seiring ketersediaan bahan baku semen, seperti batu gamping, tanah liat, dan material mentah tambahan lainnya di wilayah tersebut.

Kelak, pabrik semen ini akan berfokus pada pemenuhan permintaan pasar di wilayah barat Indonesia.

Seperti diketahui sebelumnya, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. menjadi pemegang saham terbesar dengan porsi 52,28% di Semen Indonesia Aceh. Kemudian, PT Samana Citra Agung sebagai mitra lokal memiliki porsi saham sebesar 47,72%.

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. telah memberikan pinjaman senilai Rp97,5 miliar kepada PT Semen Indonesia Aceh selaku anak usaha untuk pembangunan pabrik. Pinjaman ini digunakan untuk proyek pembangunan tahap awal serta biaya operasional proyek Aceh.

Editor: Saeno

Berita Terkini Lainnya