Investasi di Sumut Mulai Tumbuh, Dimotori Pemodal Asing

Oleh: Ropesta Sitorus 27 Juli 2018 | 20:12 WIB
Investasi di Sumut Mulai Tumbuh, Dimotori Pemodal Asing
Jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT) Seksi 1 Simpang Susun (SS) Tanjung Morawa-SS Parbarakan./Istimewa-PT Jasa Marga

Bisnis.com, MEDAN – Pemerintah provinsi Sumatra Utara menyatakan investasi di Sumut mulai menunjukkan pertumbuhan yang dimotori pemodal asing.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sumatra Utara mencatat jumlah total penanaman modal asing dan dalam negeri di Sumut hingga akhir Maret 2018 mencapai Rp5,38 triliun.

Jumlah tersebut baru mencapai 22% dari total target yang dipatok hingga akhir 2018 yakni sebesar Rp23,64 triliun atau berkisar 16,8% bila dibandingkan dengan total capaian sepanjang 2017 lalu yakni Rp31,92 triliun.

“Realisasi ini sebenarnya cukup tinggi, karena baru satu kuartal awal. Biasanya nanti kuartal II-IV akan naik,” kata Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pindu Provinsi Sumut Arief S. Trinugroho kepada Bisnis, Kamis (26/7/2018).

Apabila diperinci, penanaman modal asing sepanjang tiga bulan pertama tahun ini masih mengambil porsi mayoritas atau sebesar 60,5% atau sebesar Rp3,26 triliun. Sedangkan penanaman modal dalam negeri (PMDN) hanya sebesar 39,4%.

Arief didampingi oleh Kepala Bidang Promosi Ninta Gandana Purba dan Kepala Seksi Pengembangan Promosi Siti Zaleha menuturkan sektor utama penopang investasi PMA yakni bidang listrik, gas dan air; pertambangan; industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi; serta transportasi, gudang, dan telekomunikasi.

Adapun untuk PMDN mayoritas di sektor padal karya seperti bidang industri makanan; konstruksi; listrik, gas dan air; industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik; dan peternakan.

Siti menambahkan iklim investasi terus ditumbuhkan, antara lain dengan menyediakan infrastruktur yang akan terus ditambah. Ruas jalan tol ditambah, railway dibangun, bandara diperluas dan kapasitas pelabuhan terus ditingkatkan.

“Beberapa tahun lalu sempat stagnan, bahkan melambat, karena memang pembangunan infrastrukturnya baru digalakkan setelah Pak Jokowi jadi presiden,” kata Siti.

Sebagai gambaran, jumlah investasi di Sumut cenderung stagnan, bahkan melambat. Pada 2013, jumlah PMA dan PMDN mencapai Rp13,59 triliun. Namun pada tahun berikutnya, realisasinya turun 14,4% menjadi Rp11,62 triliun.

Adapun pada 2015, ada lompatan pertumbuhan sebesar 70,9% menjadi Rp19,87 triliun, tapi realisasi pada tahun berikutnya kembali melambat yakni turun sebesar 2,3% menjadi Rp19,39 triliun.

Investasi di Sumut pada 2018 mengalami kenaikan 64,6% menjadi Rp31,92 triliun, jauh di atas target semula sebesar Rp20,3 triliun.

“Capaian di atas target ini karena adanya kenaikan realisasi investasi di sejumlah daerah seperti di Padang Sidempuan, antara lain di bidang geothermal, pertambangan, dan perkebunan,” ujarnya.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya