Pilkada dan Asian Games Pacu Ekonomi Sumsel

Oleh: Dinda Wulandari 29 Juni 2018 | 13:34 WIB
Presiden Joko Widodo saat meninjau venue Asian Games di Jakarta, Senin (25/6/2018)/Bisnis-Amanda K. Wardhani

Bisnis.com, PALEMBANG - Ekonomi Sumatra Selatan (Sumsel) diproyeksi tumbuh signifikan pada triwulan II dan III 2018 yang antara lain didorong oleh penyelenggaraan pilkada serentak dan Asian Games 2018.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumsel Rudy Hairudin mengatakan kedua acara tersebut diyakini akan meningkatkan konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah.

"Selain itu penguatan konsumsi rumah tangga pada triwulan II juga terjadi bersamaan dengan pemberian THR dan tunjangan kepada ASN yang memberikan tambahan penghasilan bagi rumah tangga untuk meningkatkan konsumsinya," katanya, Jumat (29/6/2018).

Rudy menuturkan selain konsumsi rumah tangga, peningkatan di sektor investasi yang ditopang oleh akselerasi penyelesaian proyek infrastruktur pendukung Asian Games juga akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Sumsel di triwulan II dan III.

Dia melanjutkan dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, maka pertumbuhan ekonomi Sumatra Selatan diproyeksikan akan terealisasi pada kisaran 5,8%-6,2% (yoy).

Sementara itu, inflasi di Sumatra Selatan diperkirakan akan berada di dalam rentang target inflasi nasional sebesar 3,5±1% (yoy).

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatra Selatan, Hari Widodo, mengatakan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi dan inflasi dibutuhkan kerjasama dan dukungan dari pemerintah daerah, instansi vertikal, perbankan, dan seluruh lapisan masyarakat.

"Kerjasama itu diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga inflasi tetap terkendali," katanya.

Sementara itu, Chief Economist The Indonesia Economic Intelligence, Sunarsip, mengatakan pertumbuhan Sumatra relatif lebih rendah dibandingkan pertumbuhan Jawa yang disebabkan dorongan ekonomi di daerah Sumatra masih didominasi oleh sumber daya alam (SDA).

"Dorongan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih didominasi oleh pertumbuhan di daerah Jawa," katanya.
Dia mengemukakan faktor pendorong pertumbuhan di Jawa adalah sektor industri yang terdapat di pulau itu masih sebagian besar pada industri manufaktur.

Editor: Nancy Junita

Berita Terkini Lainnya