Ini Temuan BBPOM dalam Pengawasan Swalayan & Supermarket di Padang

Oleh: Heri Faisal 07 Juni 2018 | 20:07 WIB
Ini Temuan BBPOM dalam Pengawasan Swalayan & Supermarket di Padang
Petugas Balai Besar Obat dan Makanan (BPOM) dan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, memeriksa mi Instan di salah satu pusat perbelanjaan, di Padang, Sumatra Barat, Senin (19/6)./Antara-Muhammad Arif Pribadi

Bisnis.com, PADANG—Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Sumatra Barat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah swalayan dan supermarket di Kota Padang guna memastikan tidak ada peredaran makanan tak layak konsumsi.

Kabid Pemeriksaan dan Penyelidikan BBPOM Sumbar Antoni Asdi menyebutkan pengawasan terhadap makanan tak layak edar sudah dilakukan sejak awal Ramadan di beberapa titik Pasar Pabukoan dan sejumlah swalayan di berbagai daerah se Sumbar.

“Secara umum di Sumbar relatif aman. Kami sudah lakukan pengawasan sejak jauh hari, dan intens sejak awal Ramadan,” katanya, Kamis (7/6/2018).

Dia mengatakan temuan di daerah itu hanya dalam bentuk penggunaan zat pewarna dan makanan yang rusak. Pedagang, imbuhnya, juga telah diingatkan soal itu.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno yang ikut dalam sidak tersebut mengatakan kegiatan itu penting dilakukan guna memastikan produk yang dijual ke masyarakat tidak kadaluarsa dan tidak mengandung makanan berbahaya.

“Masih ada ditemukan yang kadaluarsa, makanan yang rusak atau tidak terdaftar. Produk bermasalah itu kami minta untuk diambil sampelnya dan dimusnahkan,” kata Irwan.

Dia mengingatkan pengelola swalayan untuk memusnahkan produk – produk bermasalah dan memastikan semua produk yang dijual layak konsumsi dan aman bagi konsumen.

Irwan menyebutkan secara umum daerahnya aman dari peredaran produk makanan berbahaya. Meski begitu dia meminta BBPOM tetap memperketat pengawasan, terutama menjelang Lebaran ketika konsumsi masyarakat meningkat.

“Tim juga akan terus melakukan pemantauan di beberapa lokasi, terutama untuk beberapa produk seperti parcel dan yang lain,” katanya.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya