Pembangunan Politeknik Sei Mangkei dan Akademi Komunitas Karet Landak Ditunda

Oleh: Andry Winanto 08 Maret 2018 | 13:41 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Rencana pemerintah membangun 2 fasilitas pendidikan yaitu Akademi Komunitas Industri Karet di Landak, Kalimantan Barat dan Politeknik Industri Kelapa Sawit Sei Mangkei, Sumatera Utara nampaknya akan tertunda.

Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Perindustrian Mujiyono mengatakan penundaan tersebut tersebut terjadi lantaran belum tercapainya kesepakatan dan komitmen dari pelaku industri.

“Pembangunan politeknik dan akademi komunitas di kawasan industri harus ada komitmen dengan industrinya, karena kalau belum ada tempat praktik dan tempat kerjanya kan repot,” ujarnya di Jakarta, Rabu (7/3/2018).

Untuk itu, tutur Mujiyono, pihaknya kemudian mengambil langkah inisiatif dengan berencana membangun politeknik industri petrokimia di Banten dan politeknik industri kelapa sawit di Riau.

“Terget kami setiap tahun bisa mendirikan 2 politeknik,” imbuhnya.

Pemerintah dalam beberapa tahun belakangan ini gencar membangun fasilitas pendidikan di kawasan industri (KI) dan kawasan pusat pertumbuhan industri (KPPI) sebagai bagian dari strategi pengembangan dan kebijakan sektor manufaktur nasional.

Hingga akhir 2016, telah berdiri Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) di Solo, Jawa Tengah dan Politeknik Industri Logam di Morowali, Sulawesi Tengah.

Sementara itu, pada 2017 pemerintah telah membangun 2 pusat pendidikan serupa, yakni Politeknik Industri Furniture di Semarang, dan Akademi Komunitas Industri Logam Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Pemerintah sendiri menargetkan dapat membangun setidaknya 8 fasilitas pendidikan di daerah KI dan KPPI. Namun, Mujiyono ragu jumlah tersebut bisa tercapai mengingat alokasi waktu yang tersisa dinilai tidak mencukupi.

“Soalnya kemungkinan tidak terkejar sampai 8. Tapi, mudah-mudahan yang Landak dan Sei Mangkei bisa tahun depan,” jelasnya.

Sebagai catatan, pembangunan politeknik dan akademi komunitas tersebut akan menerapkan kurikulum yang bersifat link and match dengan industri dan mengadopsi konsep pendidikan dual sistem dari Jerman.

Konsep pendidikan dual sistem tersebut berupa aplikasi pembagian blok waktu, yaitu dalam 1 semester terdiri dari 2 bulan pematangan teori di kampus, serta 3 bulan praktek kerja di lapangan/industri. Pembangunan pusat pendidikan tinggi di sentra KI dan KPPI ini juga membuka peluang bagi para lulusannya untuk dapat langsung bekerja pada sektor yang relevan dengan program ikatan dinas.

Pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu pokok kebijakan prioritas industri nasional melalui penguatan vokasi dengan target jumlah tenaga kerja sebanyak 1 juta orang untuk periode 2017-2019.

 

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya