Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Inflasi Maret Sumut 0,72%, Cabai Merah dan Daging Ayam Berandil Dominan

Badan Pusat Statistik Sumatra Utara (BPS Sumut) mencatat provinsi ini alami inflasi sebesar 0,72% (mtm) pada Maret 2024.
Pedagang cabai melayani pembeli di salah satu pasar di Jakarta, Rabu (6/7/2022). Bisnis/Eusebio Chysnamurti
Pedagang cabai melayani pembeli di salah satu pasar di Jakarta, Rabu (6/7/2022). Bisnis/Eusebio Chysnamurti

Bisnis.com, MEDAN - Badan Pusat Statistik Sumatra Utara (BPS Sumut) mencatat provinsi ini alami inflasi sebesar 0,72% (mtm) pada Maret 2024.

Angka tersebut diketahui lebih tinggi dari inflasi nasional yang sebesar 0,52% (mtm) pada Maret ini yang disumbang oleh pergolakan harga komoditas terutama saat awal Ramadan kemarin.

Kepala BPS Sumut Nurul Hasanudin mengatakan bahwa kelompok 'makanan, minuman, dan tembakau' masih menduduki peringkat pertama penyumbang inflasi bulanan Sumut.

"Dari sebelas kelompok pengeluaran yang dipantau BPS, inflasi terbesar terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau (1,76%) dengan andil terhadap inflasi Maret sebesar 0,64%. Sementara untuk kelompok pengeluaran yang lain relatif terkendali," kata Hasan saat menyampaikan rilis Berita Resmi Statistik di Medan, Senin (1/4/2024).

Dari sisi komoditas penyumbang inflasi terbesar bulanan Sumut pada Maret 2024, cabai merah disebut Hasan mencatatkan angka tertinggi yakni mencapai 0,16% (mtm).

Lalu disusul dengan daging ayam ras dengan sumbangan sebesar 0,12%; telur ayam ras dan bawang merah masing-masing 0,08%; juga ikan dencis yang tercatat menyumbang 0,07% inflasi bulan ini.

"Untuk beras, di Sumatra Utara justru tercatat sudah mulai alami penurunan harga. Dari yang kami potret baik di pasar tradisional maupun pasar modern kita, beras minus (-) 0,02% pada bulan Maret kemarin atau masuk kategori komoditas penyumbang deflasi. Di tingkat nasional sendiri beras tercatat masih alami inflasi," kata Hasan.

Sementara secara tahunan, inflasi Sumut menyentuh angka 3,67% (yoy) pada Maret 2024. 

Hasan mengatakan tingginya angka inflasi Sumut pada Maret 2023 dibanding Maret 2022 ini perlu menjadi perhatian karena melebihi rentang target inflasi yang ditetapkan.

"Kalau kita melihat target [sasaran inflasi] kita di 2024 ini cukup optimis di 2,5 plus minus 1, tentunya angka ini sudah di luar range itu dan perlu menjadi perhatian kita semua. Di tingkat nasional pun, inflasi tahunan di angka 3,05% (yoy)," jelas Hasan.

Berbeda dengan potret bulanan, komoditas beras justru termasuk dalam lima komoditas penyumbang inflasi dominan secara tahunan di Sumut pada Maret ini bersama dengan cabai merah, daging ayam, telur ayam ras, dan sigaret kretek mesin.

Adapun sumbangan inflasi beras dari Maret 2023 hingga Maret 2024 sebesar 0,67% (yoy); cabai merah 0,61%; daging ayam ras 0,27%; telur ayam ras 0,24% serta sigaret kretek mesin andilnya 0,18%. (K68)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Delfi Rismayeti
Editor : Ajijah

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper