Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PSN di Kepri Bertambah Jadi Lima Tahun Ini, Berikut Profilnya

Kemunculan Proyek Strategis Nasional (PSN) juga akan berimbas pada penyerapan tenaga kerja di sana nanti, yang pastinya relatif banyak.
Proyek Rempang Eco-City di Rempang yang ditetapkan sebagai PSN pada tahun 2023.
Proyek Rempang Eco-City di Rempang yang ditetapkan sebagai PSN pada tahun 2023.

Bisnis.com, BATAM - Dengan penetapan Kawasan Industri (KI) Wiraraja di Pulau Galang dan KI Toapaya di Pulau Bintan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) 18 Maret 2024 kemarin, maka sudah ada lima PSN di Provinsi Kepulauan Riau

Tiga PSN lainnya yakni proyek Rempang Eco-City di Pulau Rempang, yang ditangani anak perusaaan Artha Graha, PT Mega Elok Graha (MEG). Lalu Kawasan Industri Pulau Ladi, serta Kawasan Industri Tanjung Sauh di Batam.

KI Wiraraja yang berorientasi pada sektor energi baru dan terbarukan (EBT) akan segera membangun kawasan industri green renewable energy dan smart eco industrial park. Pengelolaannya akan diserahkan akan diserahkan pada anak perusahaannya, PT Galang Bumi Industri (GBI).

Lahan yang dikelola kabarnya berada di sekitar Waduk Sei Gong. Luasnya sebesar 3.859 hektare, yang terdiri dari 2.600 hektare untuk solar farm dan green energy, serta 989 hektare untuk industri pendukung EBT. Total investasi untuk pengembangan kawasan tersebut sebesar Rp226 triliun.

Secara keseluruhan, industri ramah lingkungan yang diusung PT GBI ini menganut konsep end to end, yakni sebuah proses produksi dari tahapan awal hingga akhir, yang melibatkan sejumlah tenant industri, misalnya dari proses hilirisasi pasir silika hingga pembuatan modul tenaga surya.

Selanjutnya, KI Toapaya di Pulau Poto dan Kampung Masiran, Bintan. Pengusulnya yakni PT GBKEK Industri Park. Total investasi sebesar Rp120,5 triliun. 

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, KI Toapaya akan fokus pada industri amunisi dan persenjataan, industri caustic soda, oil refinery, industri petrochemical, galangan kapal industri peleburan baja, serta industri recycle. 

Kawasan industri ini yang rencananya akan mulai pembangunan tahun ini tersebut akan dilengkapi dengan pelabuhan untuk mendukung kegiatan logistik. Lokasinya juga termasuk dalam perluasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang.

Selanjutnya Proyek Rempang Eco-City di Rempang yang ditetapkan sebagai PSN pada tahun 2023. Pengelolannya yakni PT MEG. Lahan yang digunakan seluas 7.572 hektare. Investor tahap awal yang akan membangun pabrik yakni Xinyi Glass Holding. Investasi yang dikucurkan sebesar Rp175 triliun untuk membangun pabrik kaca.

Dalam perjalanannya, sempat terjadi gejolak dengan warga terkait pembebasan lahan. Karena Xinyi membutuhkan lahan seluas 2.300 hektare, maka warga dari empat kampung yang ada di atas lahan tersebut terpaksa direlokasi ke Tanjung Banon, yang berlokasi di selatan Pulau Rempang.

Saat ini, Badan Pengusahaan (BP) Batam sebagai pemilik Hak Pengelolaan Lahan (HPL) tengah membangun ratusan rumah permanen untuk warga Rempang di Tanjung Banon. Selain itu, belum semua warga menerima dengan keputusan relokasi tersebut.

Berikutnya yakni Kawasan Industri Pulau Ladi. Informasi mengenai PSN yang satu ini masih tergolong minim. 

Pulau Ladi kabarnya akan menyewakan lahan untuk tenang-tenant yang ingin membuang limbah medis dan limbah industri. 

Limbah-limbah tersebut diolah menjadi limbah yang terurai habis (zero waste). Namun ada juga yang akan dijadikan sebagai bahan bakar pembangkit listrik di kawasan tersebut. Pulau Ladi ditetapkan sebagai PSN pada tahun 2023.

Dan terakhir ada Kawasan Industri Tanjung Sauh, yang menjadi PSN di 2023. Selain PSN, Tanjung Sauh juga merupakan wilayah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), berdasarkan Permenko Nomor 21/2022. Pengusulnya yakni PT Batamraya Sukses Perkasa.

Adapun rencana bisnis usulan KEK Tanjungsauh sendiri akan melakukan produksi dan pengolahan terkait industri komponen elektronik, industri perakitan dan industri berat, serta akan melakukan pengembangan energi tenaga uap dengan kapasitas 4×100 MW dan solar panel. Potensinya akan memberikan dampak ke PDRB Provinsi Kepri sebsar Rp166,81 triliun selama 30 tahun.

Kalangan pengusaha juga menyambut baik kehadiran PSN di Kepri. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam Rafki Rasyid mengatakan kehadiran PSN di Pulau Galang, Batam tentunya akan berdampak positif terhadap perkembangan investasi di Batam. 

"Mengapa Galang? Ini merupakan cerminan dari semakin terbatasnya lahan di mainland Batam karena investasi yang terus berkembang. Ini pertanda baik bagi kemajuan perekonomian Batam tentunya. Kalau dilihat investor yang akan berinvestasi pada PSN di Galang tersebut adalah Wiraraja Grup, yang akan membangun industri solar farm dan industri EBT terpadu," katanya, Rabu (20/3/2024).

Hal ini menandai era baru investasi di Batam yang menyesuaikan diri dengan tren perkembangan industri global.

"Dimana kita ketahui bahwa industri global sekarang mulai beralih ke EBT. Batam pun sebagai daerah industri rupanya juga sudah mulai melangkah ke sana untuk perlahan-lahan menggantikan energi tradisional berbahan fosil. Banyak industri pendukung yang bisa hidup di sekitar PSN ini nantinya di Pulau Galang," jelasnya. 

Kemunculan PSN juga akan berimbas pada penyerapan tenaga kerja di sana nanti, yang pastinya relatif banyak. Dengan begitu keberadaan PSN tersebut juga akan berkontribusi terhadap pengurangan pengangguran di Batam. 

Mengenai status atau persoalan pembebasan lahan, PSN mendapat dukungan penuh dari Menteri ATR Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Ia menjamin terkait dari sisi lahan, maka akan dipastikan clean and clear, sehingga terhindari dari konflik dengan masyarakat lokal.

"Kami tentu mendukung dari sisi lahan, tanahnya yang akan digunakan sebagai lokasi PSN tersebut, termasuk tata ruangnya, dan memastikan lahan tersebut clean and clear," ungkapnya.(K65)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper