Harga Sayuran dan Tarif Rumah Sakit Mendorong Inflasi Januari di Kepri

BI Kepulauan Riau (Kepri) mencatat inflasi di Januari 2024 sebesar 0,51% (mtm) berdasarkan perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK).
Jus bayam./Istimewa
Jus bayam./Istimewa

Bisnis.com, BATAM - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepulauan Riau (Kepri) mencatat inflasi di Januari 2024 sebesar 0,51% (mtm) berdasarkan perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK). Inflasi di Kepri terutama didorong oleh kelompok makanan, minuman, tembakau dan diikuti oleh kelompok kesehatan.

"Komoditas utama penyumbang inflasi berasal dari bayam, kangkung, tomat dan tarif rumah sakit," kata Kepala BI Perwakilan Kepri, Suryono di Batam Centre, Senin (5/2/2024).

Kenaikan harga sayuran diakibatkan oleh menurunnya hasil panen petani akibat musim hujan, yang menyebabkan sayuran mudah membusuk. 

"Sementara tarif rumah sakit meningkat sejalan dengan penyesuaian harga yang dilakukan di awal tahun. Kebijakan kenaikan tarif parkir yang mulai diterapkan juga turut mendorong kenaikan inflasi," ujarnya.

Untuk mengedalikan inflasi agar terus berada dalam rentang sasaran, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kepri telah menyalurkan sembako bersubsidi sebanyak 64.000 paket di Batam, dan juga melakukan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Tanjungpinang.

"Pengendalian inflasi juga diperkuat dengan upaya peningkatan kapasitas produksi cabai di Batam dengan pengembangan Smart Greenhouse dan pengembangan dashboard pengendalian inflasi Kota Tanjungpinang," jelasnya.

TPID juga mewaspadai risiko tekanan inflasi menjelang hari-hari besar keagamaan dalam waktu dekat ini, seperti Imlek, Ramadhan dan Lebaran, begitu juga dengan pemilu pada 14 Februari 2024 mendatang.

Beberapa risiko tekanan inflasi antara lain kenaikan permintaan menjelang hari libur panjang Isra’ Mi’raj dan Imlek, kenaikan harga barang menjelang pemilu yang diadakan secara serentak, potensi kenaikan harga rokok sesuai dengan perubahan kebijakan cukai rokok. 

Dalam menjaga keterjangkauan harga, TPID akan terus menyelenggarakan kegiatan pasar murah dan GPM di berbagai daerah, optimalisasi kerja sama antar daerah (KAD) yang sudah ada serta penjajakan potensi KAD baru. 

"Untuk mengamankan ketersediaan pasokan, TPID akan mendorong peningkatan produksi pangan lokal terutama beras dan cabai, serta mendorong inovasi dalam budidaya pertanian, seperti implementasi smart greenhouse dalam rangka peningkatan produksi cabai," tuturnya.

Untuk menjamin kelancaran distribusi, TPID akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan distribusi pasokan terjaga dengan aman agar stok pangan tersedia dalam jumlah yang cukup. (K65)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper