2023 Ekonomi Melambat, Tahun Ini Riau Bakal Hadapi Tantangan Serius

Pertumbuhan ekonomi Riau mengalami perlambatan pada tahun lalu. Apakah ini berdampak pada 2024?
BPS mencatatkan pertumbuhan ekonomi Riau mencatatkan perlambatan
BPS mencatatkan pertumbuhan ekonomi Riau mencatatkan perlambatan

Bisnis.com, PEKANBARU-- Perekonomian Riau menghadapi tantangan serius dengan menurunnya pertumbuhan ekonomi sepanjang 2023 lalu. BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Bumi Lancang Kuning di 2023 sebesar 4,21%, mengalami perlambatan dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang tumbuh 4,55%.

Ekonom Universitas Riau, Edyanus Herman Halim menyebutkan khawatir akan situasi ini, dan dia menilai pelaku usaha turut memilih sikap wait and see, yang bisa memperparah kecenderungan pelemahan.

"Ekonomi Riau kemungkinan akan terus menurun seiring ketidakpastian global yang belum menunjukkan tanda pemulihan," ungkapnya Senin (5/2/2024).

Menurutnya tahun ini Pemda Riau masih akan disibukkan dengan aktivitas politik Pemilu 2024 dan Pilkada di akhir tahun yang semakin intens, sehingga membuat fokus pemda teralihkan. 

Kemudian ditambah sikap pengusaha yang akan memilih untuk menunda keputusan bisnisnya. Tren ini, jika dibiarkan berlanjut, berpotensi memberikan dampak serius pada pertumbuhan ekonomi daerah.

Pada situasi seperti ini, program dan kebijakan strategis dari Pemda menjadi sangat penting untuk menghidupkan kembali perekonomian. 

"Sayangnya, Pemda di Riau kesulitan merumuskan kebijakan-kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi," ungkapnya.

Dia menyarankan pemda semestinya dapat mengambil peran strategis, misalnya memberikan subsidi pupuk untuk produksi kelapa sawit dan meluncurkan program pembinaan petani. 

Dengan mendukung sektor pertanian yang signifikan, Pemda diharapkan dapat memicu pertumbuhan ekonomi. Kemudian menjembatani hubungan antara produsen dan konsumen serta memperbaiki kondisi infrastruktur yang mendukung dinamika perekonomian juga menjadi langkah krusial.

Tidak hanya itu, koordinasi yang efektif antara Pemerintah Provinsi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dianggap sebagai kunci. Dengan bersama-sama, pemda bisa mengembangkan potensi-potensi lokal, menciptakan sinergi yang mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Rasanya sedih melihat kondisi ekonomi Riau, terlebih bila dibandingkan dengan provinsi lain di Sumatra yang mengalami pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Pemda dan pelaku usaha perlu bekerja bersama untuk mengatasi kendala dan menetapkan langkah-langkah strategis guna membangkitkan kembali ekonomi daerah," tambahnya.

Sebelumnya Badan Pusat Statistik mencatat perekonomian Riau pada 2023 mencapai pertumbuhan 4,21%, dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp1.026,47 triliun berdasarkan harga berlaku dan Rp551,83 triliun atas dasar harga konstan 2010.

Kepala BPS Riau Asep Riyadi mengatakan pertumbuhan ekonomi Riau di 2023 sebesar 4,21% tersebut, mengalami perlambatan dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang tumbuh 4,55%.

"Dari sisi sektoral, Lapangan Usaha Konstruksi menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi, mencapai 9,17% sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) tumbuh sebesar 8,90%," ungkapnya Senin (5/2/2024).

Menurutnya pada Triwulan IV-2023 menunjukkan pertumbuhan ekonomi Riau sebesar 4,02% (y-on-y). Lapangan Usaha Konstruksi masih memimpin dengan pertumbuhan tertinggi, mencapai 14,91%, sedangkan dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mencatat pertumbuhan 15,38%.

Pada triwulan IV-2023 terhadap triwulan sebelumnya, ekonomi Riau tumbuh 0,10% (q-to-q). Lapangan Usaha Jasa Lainnya mencapai pertumbuhan tertinggi sebesar 22,40% sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) tumbuh 24,47%.

Jika dihitung tanpa sektor migas, pertumbuhan ekonomi Riau di 2023 sebesar 4,55% mengalami perlambatan dibandingkan tahun sebelumnya yang tumbuh 5,00%

"Secara spasial, Provinsi Riau berkontribusi 5,00% terhadap perekonomian nasional pada 2023. Riau merupakan provinsi dengan PDRB terbesar ke-6 di Indonesia atau PDRB terbesar kedua di luar Pulau Jawa," ungkapnya.

Sementara jika dibandingkan provinsi lainnya di Sumatra, pertumbuhan ekonomi Riau ini menjadi yang terendah, di bawah Aceh dengan 4,23% dan Bengkulu sebesar 4,26%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Arif Gunawan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper