Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kasus Investasi Bodong Rp84,9 Miliar di Pekanbaru,Hakim Tolak Eksepsi 5 Terdakwa

Sebelumnya para terdakwa sudah divonis bersalah dalam kasus investasi bodong dengan modus Promissory Notes, yang merugikan para korban Rp84,9 miliar.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 25 Januari 2023  |  20:40 WIB
Kasus Investasi Bodong Rp84,9 Miliar di Pekanbaru,Hakim Tolak Eksepsi 5 Terdakwa
Ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com, PEKANBARU - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, akhirnya menolak eksepsi (keberatan) yang diajukan penasehat hukum lima petinggi PT Fikasa Group, dalam kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU). Sebelumnya para terdakwa sudah divonis bersalah dalam kasus investasi bodong dengan modus promissory notes, yang merugikan para korban dengan nilai Rp84,9 miliar.

Kelima Bos PT Fikasa Group yang menjadi terdakwa itu yakni, Bhakti Salim selaku Direktur Utama PT Wahana Bersama Nusantara (WBN) dan Direktur Utama PT Tiara Global Propertindo (TGP), Agung Salim selaku Komisaris Utama PT WBN, Elly Salim Direktur PT WBN dan Komisaris PT TGP, dan Christian Salim selaku Direktur PT TGP.

Majelis hakim yang dipimpin Ahmad Fadil, dengan hakim anggota Salomo Ginting dan Yuli Artha Pujoyotama dalam amar putusannya menyatakan, jika dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rendi Panalosa dan Jumieko Andra sudah memenuhi syarat formil dan lengkap.

Surat dakwaan JPU sudah cermat, jelas atau tidak kabur (obscuur libel) sesuai dengan Pasal 143 ayat (2) huruf a dan b KUHAP. "Menolak eksepsi yang diajukan kuasa hukum para terdakwa seluruhnya," kata hakim Fadil, Rabu (25/1/2023).

Hakim juga memutuskan, jika perkara ini harus dilanjutkan untuk melakukan pemeriksaan saksi. Selanjutnya, hakim memerintahkan JPU Miko untuk menghadirkan saksi pada sidang Selasa (31/1/23) pekan depan.

Untuk diketahui, terdakwa Bhakti Salim, Agung Salim, Cristian Salim dan Elly Salim, JPU menjeratnya dengan Pasal 3 TPPU Junto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana. Sementara itu terdakwa Maryani yang merupakan freelance PT Fikasa Group di Pekanbaru dikenakan pasal berbeda. Maryani dijerat Kedua yakni Pasal 4 TPPU Junto Pasal 55 KUHPidana.

Sebelumnya, Bhakti Salim, Agung Salim, Elly Salim, Christian Salim, telah divonis pidana penjara 14 tahun penjara. Walau mereka melakukan upaya banding hingga ke Mahkamah Agung, hukuman mereka tetap sama.

Demikian juga dengan terdakwa Maryani, Marketing Freelance PT WBN dan PT TGP, Fikasa Group juga dinyatakan bersalah. Dia divonis 12 tahun penjara.

Para terdakwa terbukti bersalah dalam kasus penghimpunan dana dari masyarakat. Mereka melakukan penipuan dengan mengiming imingi korban sebanyak 10 orang di Pekanbaru. Modusnya adalah dengan promissory notes atau yang disamakan dengan bunga deposito. Akibatnya para korban mengalami kerugian Rp84,9 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pencucian uang tindak pidana pencucian uang investasi bodong pekanbaru riau
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top