Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kenapa Disebut Bukit Barisan? Ini Kekayaan yang Terkandung di Sumatra

Ada banyak flora dan fauna yang bergantung pada Bukit Barisan. Simak kekayaan yang terkandung di Bukit Barisan.
Randa Hasnan Habib Pasaribu
Randa Hasnan Habib Pasaribu - Bisnis.com 03 November 2022  |  18:36 WIB
Kenapa Disebut Bukit Barisan? Ini Kekayaan yang Terkandung di Sumatra
Bukit Barisan. - Freepik
Bagikan

Bisnis.com, MEDAN – Pegunungan Bukit Barisan membentang di Pulau Sumatra dari Aceh hingga Lampung. ini menjadi panorama bagi masyarakat yang melakukan perjalanan wisata.

Pegunungan Bukit Barisan adalah jajaran gunung yang berbaris dari ujung utara (Aceh) hingga selatan (Lampung) Pulau Sumatra. Keberadaan sekitar 40 gunung ini melahirkan panorama pegunungan yang bergugusan membentuk Bukit Barisan.

Kenapa disebut Bukit Barisan? Karena pegunungan ini terlihat sambung-menyambung, berjejer membentang dan berdiri gagah, berbaris di Pulau Sumatra sepanjang lebih kurang 1.650 km. 

Dalam Bahasa Melayu, gunung disebut bukit. Terminologi melayu lama menamai bukit dalam bahasa melayu sama artinya dengan gunung dalam bahasa Jawa.

Rangkaian pegunungan ini mempunyai puncak tertinggi yaitu Gunung Kerinci yang bertempat di Jambi, berketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut. Pegunungan ini terbentuk dari pergerakan lempeng tektonik Australia. Di tengah-tengah wilayah itu tepat di garis Equator, membelah di antara keduanya adalah dataran tinggi yang disuburkan oleh debu vulkanik.

Bentang alam Bukit Barisan yang kaya dan subur ini juga melahirkan manfaat disekitarnya. Terdapat sumber air, lembah, danau, dan sungai yang membuat lanskap pegunungan ini tampak berupa hutan. Hal ini pula yang membuat Bukit Barisan menjadi rumah bagi ribuan flora dan fauna, dan kekayaan alam lainnya.

Bukit Barisan memiliki kekayaan alam dan ekologisnya memberikan manfaat bagi keberlangsungan hidup masyarakat Pulau Sumatra. Pegunungan ini bermanfaat langsung dalam menyumbang oksigen, sumber makanan dan mata pencaharian, hingga melahirkan budaya atau tradisi yang nilainya sama terhadap air, satwa, dan tanah.

Ada banyak flora dan fauna yang bergantung pada Bukit Barisan. Sedikitnya 122 jenis mamalia termasuk 7 jenis primata, 450 jenis burung termasuk 9 jenis burung rangkong, 123 jenis herpetofauna (reptil dan amphibi), 221 jenis insekta/serangga, 7 jenis moluska, 2 jenis krustasea serta 53 jenis ikan hidup di kawasan Bukit Barisan.

Simak hewan-hewan yang tinggal di sekitar Bukit Barisan:

  1. Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis)
  2. Gajah Sumatera (Elephas maximus)
  3. Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae)
  4. Tapir (Tapirus indicus)
  5. Rusa (Cervus sp)
  6. Kijang (Muntiacus muntjak)
  7. Siamang (Symphalangus syndactylus)
  8. Owa (Hylobates agilis)
  9. Kera (Macaca fascicularis)
  10. Beruk (Macaca nemestrina)
  11. Lutung (Presbytis cristata)
  12. Presbytis melalophos
  13. Beruang Madu (Helarctos malayanus)
  14. Kambing hutan (Capricorn sumatrensis)
  15. Kancil (Tragulus javanicus)
  16. Kerbau liar (Bubalus bubalis)
  17. Ajak (Cuon alpinus), Ungko (Hylobates agilis)
  18. Ular sanca (Phyton reticulatus), dan lain-lainnya.

Kendati begitu, aktivitas penebangan hutan, alih fungsi lahan, dan pembukaan lahan menjadi hal yang  tidak terhindarkan bagi Bukit Barisan. Aktivitas ini juga telah menyebabkan berkurangnya populasi hewan-hewan.

Berdasarkan data Tutupan lahan MAP BIOMAS INDONESIA dalam kurun waktu 20 tahun yang dihasilkan dengan teknologi Google Earth engine menggunakan metodologi Machine Learning algoritma Random Forest, terhitung dari tahun 2000-2019 telah terjadi penurunan tutupan hutan alami pada hutan Bukit Barisan di Bengkulu seluas 142.014 hektar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bukit barisan gunung sumatra pegunungan
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top