Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Produksi Padi Sumsel Berpotensi Naik Jadi 2,75 Juta Ton GKG

Produksi padi Sumatra Selatan diperkirakan naik sebesar 8,11 persen sepanjang tahun 2022 dibandingkan tahun 2021.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 01 November 2022  |  19:02 WIB
Produksi Padi Sumsel Berpotensi Naik Jadi 2,75 Juta Ton GKG
Petani memisahkan padi dari tangkainya secara tradisional di persaawahan kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (20/6/2022). ANTARA FOTO - Yulius Satria Wijaya
Bagikan

Bisnis.com, PALEMBANG -- Produksi padi Sumatra Selatan diperkirakan naik sebesar 8,11 persen sepanjang tahun 2022 dibandingkan tahun 2021.

Berdasarkan perkiraan Badan Pusat Statistik Sumatra Selatan (BPS Sumsel), produksi padi sepanjang tahun 2022 bisa mencapai 2,75 juta ton gabah kering giling (GKG).

Kepala BPS Sumsel Zulkipli mengatakan sebelumnya, produksi padi pada 2021 tercatat sebanyak 2,55 juta ton GKG.

"Potensi tiga bulan ke depan perlu dijaga agar produksi 2022 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya," katanya, Selasa (1/11/2022).

Dia mengemukakan bahwa potensi produksi padi pada Oktober-Desember 2022 bisa mencapai 300.220 ton GKG. Adapun produksi padi tertinggi terjadi pada Februari 2022, yang mencapai 415.200 ton GKG.

Zulkipli menambahkan produksi padi itu berasal dari sawah yang tersebar di 17 kabupaten/kota.

Adapun daerah penyokong produksi komoditas pangan utama itu berada di Kabupaten Banyuasin seluas 174.371 hektare, disusul Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) seluas 97.346 ha dan Ogan Komering Ulu Timur seluas 59.522 ha.

"Luas lahan baku sawah Sumsel masih sesuai dengan yang ditetapkan Menteri ATR pada 2019, yakni mencapai 470.602 ha," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

produksi padi sumsel
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top