Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

BRI Sudah Salurkan KUR Rp8 Triliun di Sumatra Utara

Pinjaman Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) cukup baik pengembaliannya, dimana non performing loan (NPL) cukup rendah di bawah dua persen.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 10 Oktober 2022  |  09:27 WIB
BRI Sudah Salurkan KUR Rp8 Triliun di Sumatra Utara
BRI Media Engagement Jurnalisme Perbankan Di Era Transformasi' di Hotel Grand Mercure Medan. Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, PEKANBARU — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, menyatakan hingga saat ini sudah menyalurkan kredit usaha rakyat atau KUR senilai Rp8 triliun di wilayah Sumatra Utara.

Regional CEO BRI Medan Budhi Novianto mengatakan, insan pers sangat mendukung kinerja perbankan. Di tengah gempuran digital yang mengubah gaya hidup masyarakat, bank dituntut untuk melakukan terobosan.

Begitupun BRI yang meluncurkan aplikasi digital. Regional BRI Medan yang mencakup Sumatera Utara, terus mendukung kemudahan akses perbankan seperti realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR).

"Per Agustus 2022, KUR BRI mencapai Rp8 triliun, dari target tahun 2022 sebanyak Rp13 triliun. Pinjaman KUR dari Rp25 juta sampai Rp250 juta. Semua KUR itu untuk pinjaman UMKM,” ujarnya dalam siaran pers Sabtu (8/10/2022).

Dia menambahkan, pinjaman Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) cukup baik pengembaliannya, dimana Non Performing Loan (NPL) cukup rendah di bawah 2 persen.

Budhi menyampaikan hal itu, pada momen BRI Media Engagement Jurnalisme Perbankan Di Era Transformasi di Hotel Grand Mercure Medan. Kegiatan ini diselenggarakan dengan kerja sama BRI dan Dewan Pers.

Wakil Ketua Dewan Pers Muhammad Agung Dharmajaya mengatakan tidak hanya kemampuan jurnalistik, wartawan ekonomi perlu memiliki pemahaman mendalam terkait bidangnya, salah satunya perbankan, agar berita yang ditulisnya benar dan akurat.

“Informasi bisa salah, bisa bohong. Tapi, berita tidak boleh salah. Berita yang benar itu dalam prosesnya jelas, dari proses mengolah sampai menyajikan, sehingga hasilnya benar-benar akurat," ujarnya.

Agak berbeda dengan media cetak, lanjut Muhammad Agung Dharmajaya, yang masih longgar waktunya sehingga bisa melakukan konfirmasi atau paling tidak menulisnya agak berbeda dari rilis yang diberikan pihak Humas.

“Itupun terkadang masih sama, kecuali melakukan investigasi khusus. Untuk berita investigasi, saat ini jarang terjadi kecuali majalah. Kini banyak sekali media online, kalau penyajian beritanya beragam alangkah baiknya."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bri sumut
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top