Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pulau Rupat Bisa Kembangkan Pariwisata Bahari dan Kelautan

Bank Indonesia Provinsi Riau menilai Pulau Rupat punya potensi menjadi kawasan pariwisata bahari dan kelautan dengan dukungan alam dan kondisi geografisnya.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 29 Juli 2022  |  17:12 WIB
Pulau Rupat Bisa Kembangkan Pariwisata Bahari dan Kelautan
Wisata pantai di pulau Beting Aceh, Rupat Utara. - Bisnis/Arif Gunawan

Bisnis.com, PEKANBARU -- Bank Indonesia Provinsi Riau menilai Pulau Rupat di Kabupaten Bengkalis Riau, punya potensi menjadi kawasan pariwisata bahari dan kelautan dengan dukungan alam dan kondisi geografisnya.

Kepala BI Riau Muhamad Nur menjelaskan bank sentral ikut berupaya mendorong potensi ekonomi kreatif, termasuk pariwisata daerah sebagai salah satu sektor penggerak ekonomi setempat.

"Pariwisata merupakan salah satu sektor yang tidak ada habisnya serta mampu menyerap tenaga kerja dengan cepat. Salah satunya adalah potensi pariwisata di Pulau Rupat," ujarnya, Jumat (29/7/2022).

Dia menguraikan BI Riau telah mencoba memetakan dan melakukan penelitian tentang pariwisata Rupat. Menurutnya pulau itu merupakan salah satu destinasi pariwisata yang bisa dikembangkan untuk Provinsi Riau. Terutama itu nanti yang terkait dengan masalah bahari atau kelautan,

Hasil kajian Bank Indonesia ini nantinya disampaikan kepada pemerintah daerah. BI menilai selain memiliki sumber daya alam yang melimpah, pihaknya juga ingin sektor pariwisata yang sekarang kontribusinya masih relatif kecil ini, kedepannya akan terus berkembang.

Diantara faktor pendukung pariwisata Rupat misalnya letak geografis yang sangat strategis. Pulau Rupat jaraknya hanya beberapa kilometer dengan Malaysia. Itu termasuk potensi bagi orang luar Indonesia untuk datang berkunjung.

"Ini tentu harus ada investasi yang bisa mengubah kawasan Rupat ini menjadi kawasan wisata yang layak untuk dikunjungi."

Menurutnya dalam pengembangan konsep pariwisata secara umum, ada tiga hal yang harus diperhatikan. Pertama, adalah harus melihat masalah aksesibilitas. Bagaimana pengunjung bisa mengakses ke satu tempat pariwisata itu dengan mudah bahkan dengan murah.

Kedua, tempat wisata juga harus ada fasilitas yang mendukung, misalnya penginapan, hotel, cottage dan lain sebagainya. Ketiga, harus ada atraksi atau suguhan yang sifatnya lokal wisata domestik atau budaya setempat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Indonesia riau
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top