Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sumsel Minta OJK Perkuat Fungsi Pengawasan

Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan meminta Otoritas Jasa Keuangan untuk mempertajam fungsinya terutama dalam pengawasan lembaga jasa keuangan di provinsi itu.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 27 Juni 2022  |  20:05 WIB
Sumsel Minta OJK Perkuat Fungsi Pengawasan
Gubernur Sumsel Herma Deru (ketiga dari kiri) bersalaman dengan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso saat peresmian Gedung Kantor OJK Regional 7 Sumbagsel. - Istimewa

Bisnis.com, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan meminta Otoritas Jasa Keuangan untuk mempertajam fungsinya terutama dalam pengawasan lembaga jasa keuangan di provinsi itu.

Hal itu disampaikan Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel) Herman Deru saat peresmian Gedung Kantor Otoritas Jasa Keuangan Regional 7 Sumatra Bagian Selatan (OJK Regional 7 Sumbagsel), di Jalan Jenderal Sudirman, Palembang, pada Senin (27/6/2022).

“Kita tahu begitu banyak pemberitaan terhadap lembaga-lembaga keuangan yang tidak resmi saat ini. Untuk itu kami harap fungsi mengawasi ini lebih dipertajam,” katanya.

Deru menambahkan dengan berdirinya gedung anyar OJK di Palembang, diharapkan dapat memperkuat tiga fungsi utama OJK di Sumsel, yakni mengatur, mengawasi dan melindungi. 

Dia menambahkan OJK merupakan mitra yang tidak bisa lepas dari kinerja pemerintah daerah baik provinsi ataupun kabupaten/kota. 

Bahkan baru-baru ini kedua pihak telah menyelesaikan pengukuhan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) sehingga bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID)  sebagai langkah untuk mendeteksi sejak dini berbagai persoalan ekonomi dan keuangan.

Menurut Deru, literasi keuangan di Sumsel cukup baik, terutama sektor perbankan.

“Sumsel ini wilayahya cukup luas tapi informasi tentang perbankan yang diterima masyarakat sudah tergolong baik,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner OJK RI, Wimboh Santoso, mengatakan  pihaknya terus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di masyarakat.

Salah satunya, kata Wimboh, melalui kehadiran bank wakaf mikro (BWM). Pasalnya, BWM ini memang ditujukan untuk masyarakat yang belum dapat mengakses perbankan (unbankable).

“Jika Sumsel ingin memperluas BWM nanti OJK bisa support, terkait permodalan bisa dibicarakan, paling tidak dicicil,” kata dia.

Menurut Wimboh, konsep kredit sosial seperti BWM sangatlah tepat untuk masyarakat yang tingkat inklusi dan literasi keuangannya masih rendah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumsel OJK
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top