Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cabai Merah Tembus Rp67.000 per Kg, Tekanan Inflasi Mengintai Sumut

Harga cabai merah di Kota Medan melambung tinggi. Saat ini, komoditas tersebut dijual seharga Rp67.000 per kilogram. Naik dua kali lipat dibanding bulan lalu yang masih seharga Rp31.000 per kilogram.
Nanda Fahriza Batubara
Nanda Fahriza Batubara - Bisnis.com 10 Juni 2022  |  18:46 WIB
Cabai Merah Tembus Rp67.000 per Kg, Tekanan Inflasi Mengintai Sumut
Kenaikan harga cabai rawit dilaporkan terjadi secara nasional, tak terkecuali Kota Medan. - Bloomberg/Dimas Ardian

Bisnis.com, MEDAN — Harga cabai merah di Kota Medan melambung tinggi. Saat ini, komoditas tersebut dijual seharga Rp67.000 per kilogram. Naik dua kali lipat dibandingkan bulan lalu yang masih seharga Rp31.000 per kilogram.

Pengamat ekonomi asal Universitas Islam Sumatera Utara Gunawan Benjamin, mengatakan kondisi terkini tersebut bakal berdampak terhadap laju inflasi.

Gunawan memperkirakan inflasi pada Juni 2022 akan lebih tinggi ketimbang inflasi Mei 2022. Bulan lalu, inflasi Sumatra Utara tercatat 0,74 persen. Sedangkan kurun Januari - Mei 2022, laju inflasi di provinsi ini telah menyentuh angka 2,75 persen.

"Bahkan bukan tidak mungkin di Sumatra Utara inflasinya pada Bulan Juni ini akan lebih tinggi dari Bulan Mei. Harga cabai merah maupun cabai rawit di bulan ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan," kata Gunawan, Jumat (10/6/2022).

Berdasar Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga cabai merah di Kota Medan berkisar Rp67.000 per kilogram. Harga komoditas ini mengalami tren peningkatan sejak beberapa waktu terakhir.

Pada Jumat (3/6/2022) lalu saja, harganya sudah menyentuh Rp44.200 per kilogram. Padahal, harga cabai rawit pada Mei 2022 masih dijual Rp31.000 per kilogram.

Melihat berbagai faktor, Gunawan memperkirakan harga bahan pangan tersebut masih mungkin akan terus merangkak naik.

"Meskipun kita semua berharap bahwa harga cabai merah ini sudah berada di titik puncaknya, tapi sejumlah permasalahan lain bisa saja mengerek kenaikan harga cabai nantinya," kata Gunawan.

Saat ini, harga cabai merah di Pulau Jawa sudah menyentuh Rp100.000 per kilogram. Faktor selisih harga ini membuat pedagang cenderung memilih menjual cabainya ke luar daerah. Apalagi permintaannya cukup tinggi.

Selain ke Jawa, pedagang juga banyak yang menjual cabai ke Riau dan Jambi.

"Tingginya harga di luar Sumatra Utara membuat pedagang besar lebih memilih menjual ke daerah lain karena harganya yang lebih mahal," kata Gunawan.

Di sisi lain, terdapat berbagai faktor lainnya yang berpotensi memicu lonjakan inflasi Sumatra Utara akibat harga cabai pada Juni 2022. Antara lain faktor musim tanam. Umumnya, petani akan menanam cabai pada Bulan Juni. Sehingga musim panen diperkirakan jatuh pada Agustus - September mendatang.

Selain itu, Gunawan juga khawatir penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) akan turut memengaruhi biaya transportasi menjadi lebih tinggi. "Ini juga bisa mendongkrak kenaikan harga cabai akibat kenaikan biaya transportasi," katanya.

Tak sampai di situ, harga cabai merah juga diprediksi melonjak karena kenaikan harga pupuk dan pestisida. Kemudian juga faktor lainnya seperti cuaca maupun ketidakseimbangan pasokan cabai di daerah lain.

Melihat berbagai faktor di atas, Gunawan tak menampik kemungkinan laju inflasi tahun kalender Sumatra Utara bisa menyentuh 3,5 persen pada Juni 2022. "Cabai merah di Sumatra Utara selalu memiliki bobot yang besar sehingga sangat mempengaruhi lonjakan inflasi di wilayah ini.

Seperti diketahui, inflasi di Sumatra Utara tembus 0,74 persen pada Mei 2022. Jumlah tersebut meningkat 4,18 persen dibanding periode yang sama tahun lalu atau year on year (yoy).

Catatan inflasi Sumatra Utara tersebut juga lebih tinggi ketimbang inflasi nasional, yaitu 0,32 persen pada Mei 2022. Kurun Januari - Mei 2022, laju inflasi Sumatra Utara tercatat 2,75 persen.

Bila dibandingkan April 2022 lalu, inflasi Sumatra Utara pada Mei 2022 justru lebih tinggi. Sebab, pada April 2022 inflasinya hanya 0,44 persen. Dengan demikian, prediksi yang disampaikan Bank Indonesia beberapa waktu lalu terbukti meleset.

"Untuk inflasi Sumatra Utara ini tercatat 0,74 persen, lebih tinggi inflasi kita dari inflasi nasional," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatra Utara Nurul Hasanudin, Senin (6/6/2022).

Berdasar data BPS, seluruh kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sumatra Utara kompak mengalami inflasi pada Mei 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi medan sumut harga cabai
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top