Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penyaluran Minyak Goreng Curah oleh Produsen di Sumsel Masih Rendah

Satuan Tugas Minyak Goreng di Sumsel pun berkomitmen untuk mengawasi penyaluran komoditas tersebut.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 27 April 2022  |  19:37 WIB
Minyak goreng curah - Antara
Minyak goreng curah - Antara

Bisnis.com, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan mencatat penyaluran minyak goreng curah penugasan dari tiga produsen di provinsi itu masih rendah.

Satuan Tugas Minyak Goreng di Sumsel pun berkomitmen untuk mengawasi penyaluran komoditas tersebut.

Kepala Dinas Perdagangan Sumatra Selatan (Sumsel) Ahmad Rizali mengatakan terdapat tiga produsen yang ditugasi untuk menyalurkan minyak goreng curah.

“Totalnya 7.300 ton, namun realisasi penyaluran dari tiga produsen itu baru sebesar 48,56 persen,” katanya, Rabu (27/4/2022).

Adapun ketiga produsen tersebut, yakni PT Sinar Alam Permai (SAP), PT Indo Karya Internusa dan PT Tunas Baru Lampung.

Rizali memerinci untuk Tunas Baru Lampung sudah cukup optimal dari 1.600 ton realisasinya 1.404 ton atau 87,29 persen. 

Lalu Indo Karya Internusa dari 1.700 ton realisasinya 1.022 ton atau 60,31 persen dan PT Sinar Alam Permai dari 4.000 ton realisasinya 1.119 ton atau 27,99 persen.

"Indo Karya Internusa dan Sinar Alam Permai yang masih perlu didorong untuk lebih optimal lagi karena capaian realisasinya masih kecil," ujarnya. 

Rizali mengatakan masalah lainnya menyangkut distribusi adalah belum tersedianya agen minyak goreng di beberapa daerah.

Salah satunya, Kabupaten Musi Rawas, Kota Lubuklinggau, Musi Rawas Utara (Muratara), Muara Enim dan Lahat.

“Kabupaten/Kota yang lainnya sudah memadai minimal ada dua sampai tiga agen,” katanya.

Dalam sistem informasi minyak goreng curah, para agen ini berposisi sebagai distributor tingkat tiga dan totalnya ada puluhan agen di Sumsel, berkisar 400 agen. 

Oleh karena itu, Dinas Perdagangan pun mengundang 17 Kabupaten/Kota untuk memperbanyak dan membentuk agen-agen minyak curah. 

Rizali juga menyoroti kelancaran administrasi, dan registrasi terhadap agen-agen untuk registrasi. Terutama data NPWP di Kabupaten/Kota, dengan demikian diharapkan minyak goreng curah bisa tersedia di Kabupaten/Kota.

"NPWP ini untuk klaim pembayaran subsidi, karena minyak goreng curah ini disubsidi rata-rata Rp7.500 per liter,” katanya.

Menurutnya, selama ini berkali-kali berputar, bisa sampai tiga kali penjual, sehingga harganya jadi mahal. Untuk itulah diharapkan ada agen-agen resminya. Dengan cara ini HET Rp14.000 per liter bisa terealisasi.

"Sebetulnya kebutuhan minyak goreng curah dalam keadaan normal 4 .000 ton per bulan, tetapi pemerintah menyiapkan kuota 7,300 ton per bulan. Karena diperkirakan masyarakat banyak lari ke minyak goreng curah karena minyak goreng kemasan yang mahal," katanya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

minyak goreng
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top