Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Realisasi Investasi Riau Ukir Sejarah, Triwulan I Hampir 50 Persen Target Tahunan

Gubernur Riau Syamsuar mengatakan angka realisasi investasi Riau triwulan I/2022 mencapai Rp23,7 triliun atau sebesar 39,20 persen target investasi tahunan yang senilai Rp60,46 triliun, serta sebesar 167,68 persen dari target di triwulan I/2022.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 27 April 2022  |  18:20 WIB
Gubernur Riau Syamsuar saat menjawab pertanyaan wartawan - Bisnis/Dwi Nicken Tari
Gubernur Riau Syamsuar saat menjawab pertanyaan wartawan - Bisnis/Dwi Nicken Tari

Bisnis.com, PEKANBARU-- Pemprov Riau menyatakan realisasi investasi triwulan pertama tahun ini yang menempatkan daerah itu pada posisi 3 besar merupakan untuk yang pertama kalinya terjadi.

Gubernur Riau Syamsuar mengatakan angka realisasi investasi Riau triwulan I/2022 mencapai Rp23,7 triliun atau sebesar 39,20 persen target investasi tahunan yang senilai Rp60,46 triliun, serta sebesar 167,68 persen dari target di triwulan I/2022.

"Tahun lalu, Provinsi Riau untuk pertama kalinya masuk peringkat 5 nasional untuk realisasi investasi, mengalahkan Jawa Tengah, dan peringkat pertama di luar Pulau Sumatera. Triwulan pertama tahun ini Riau kembali mengukir sejarah dengan realisasi investasi peringkat ketiga terbesar nasional," ujarnya Rabu (27/4/2022).

Menurutnya target investasi di Riau tiap tahun naik signifikan. Tahun lalu sebesar Rp49 triliun dan tembus Rp53,05 triliun. Sementara tahun ini sebesar Rp60,46 triliun. Dengan serapan tenaga kerja mencapai 13.092 orang.

Syamsuar bersyukur target investasi daerah itu setiap tahun bisa tercapai bahkan melebihi. Untuk tahun ini saja, baru triwulan pertama sudah hampir 50 persen dari target investasi.

Dia mengajak seluruh elemen masyarakat Riau untuk bersama-sama menjaga kondisi dan situasi di Negeri Lancang Kuning agar selalu kondusif.

"Kalau kondusif, investor pasti merasa nyaman. Apalagi kami juga memberikan kemudahan birokrasi bagi para investor. Kemudian dengan banyaknya investasi, dipastikan terbuka banyak lapangan kerja. Lalu akhirnya yang diuntungkan tentu masyarakat Riau," ujarnya.

Sementara itu Kementerian Investasi/BKPM mencatat realisasi investasi di Indonesia sepanjang triwulan I 2022 sebesar Rp282,4 triliun, tumbuh 28,5 persen year on year (yoy) atau periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp219,7 triliun.

"Alhamdulillah, realisasi investasi di Riau pada triwulan I 2022 tercatat 3 besar nasional, sejarah pertama kali bagi Provinsi Riau di bidang investasi," kata Menteri Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia.

Realisasi investasi di periode tersebut juga tercatat tumbuh 16,9 persen dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (qoq) sebesar Rp241,6 triliun sehingga berhasil mencetak rekor pertumbuhan tertinggi sepanjang 10 tahun terakhir.

"Realisasi ini menjadi rekor 10 tahun terakhir untuk pertumbuhan investasi. Ini menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah dalam meramu kebijakan investasi sudah on the track. Ini memberikan rasa kepastian bagi investor untuk menanamkan investasinya," ujarnya.

Secara rinci, realisasi PMA sepanjang Januari-Maret 2022 mencapai Rp147,2 triliun, tumbuh 31,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, realisasi PMDN mencapai Rp135,2 triliun, tumbuh 25,1 persen secara tahunan (yoy).

"Untuk global, mereka mulai nyaman dan yakin terhadap stabilitas kebijakan negara dalam mendorong investasi masuk ke Indonesia. Demikian pula PMDN tumbuh. Ini yang kami inginkan supaya menuju investasi berkualitas," katanya.

Berdasarkan lokasi proyek, realisasi investasi di triwulan I/2022 tersebar di DKI Jakarta, Jawa Barat, Riau, Jawa Timur dan Sulawesi Tengah. Realisasi investasi di periode ini didominasi oleh industri logam dasar, barang logam dan bukan mesin dan peralatannya; transportasi, gudang dan telekomunikasi; sektor pertambangan; sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran; serta listrik, air dan gas.

Menurut Bahlil, realisasi investasi di industri dasar, barang logam dan bukan mesin dan peralatannya kini menjadi sektor utama yang ditanam di Indonesia sejak 2021. Padahal, tadinya sektor tersebut hanya berada di posisi keempat pada 2019.

Investasi di sektor tersebut juga saling mendukung dengan investasi di bidang transportasi dan pertambangan

"Hilirisasi kita benar-benar terjadi. Kita tidak akan pernah terpengaruh dengan intervensi dari negara manapun untuk menahan hilirisasi kita," katanya.

Sementara itu, lima negara asal terbesar yaitu Singapura, Hong Kong, China, Jepang dan Amerika Serikat. Adapun penyerapan tenaga kerja sepanjang triwulan I 2022 mencapai 319.013 orang.

Adapun realisasi investasi secara nasional di triwulan I/2022 senilai Rp282,4 triliun telah mencapai 23,5 persen dari target yang diminta Presiden Jokowi sebesar Rp1.200 triliun pada tahun ini.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi riau
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top