Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PT Semen Padang Tebar 4.000 Ekor Ikan Endemik di Danau Singkarak

Plt Direktur Utama PT Semen Padang Asri Mukhtar Dt Tumangguang mengatakan sejak 2018 lalu Semen Padang telah mulai melakukan konservasi ikan bilih tersebut, dengan berbekal benih lebih kurang sebanyak 1.300 ekor.
Noli Hendra
Noli Hendra - Bisnis.com 22 Maret 2022  |  19:52 WIB
Seorang pekerja tengah membersihkan kawasan konservasi ikan bilih di area Keanekaragaman Hayati (Kehati) PT Semen Padang, Sumatra Barat, Senin (14/6/2021).  - Bisnis/Noli Hendra
Seorang pekerja tengah membersihkan kawasan konservasi ikan bilih di area Keanekaragaman Hayati (Kehati) PT Semen Padang, Sumatra Barat, Senin (14/6/2021). - Bisnis/Noli Hendra

Bisnis.com, SOLOK - PT Semen Padang bersama Pemerintah Provinsi Sumatra Barat tebarkan 4.000 ekor benih ikan bilih di Danau Singkarak, Kabupaten Solok.

Plt Direktur Utama PT Semen Padang Asri Mukhtar Dt Tumangguang mengatakan sejak 2018 lalu Semen Padang telah mulai melakukan konservasi ikan bilih tersebut, dengan berbekal benih lebih kurang sebanyak 1.300 ekor.

Kawasan konservasi berada di lingkungan perusahaan PT Semen Padang itu, ternyata dapat hidup dan berkembang biak dengan baik.

"Di tempat konservasi kita itu, ada indukan bilih yang kita pelihara dengan ukuran yang terbilang besar untuk ukuran ikan bilih, yakni mencapai 15 cm," katanya, Selasa (22/3/2022).

Kini terdapat 4.000 ekor benih ikan bilih yang dibawa kembali ke Danau Singkarak. Dengan harapan populasi ikan endemik tersebut dapat terus terjaga dan terhindar dari ancaman kepunahan.

Dengan demikian, PT Semen Padang berharap dengan adanya kepedulian perseroan terhadap populasi ikan bilih itu, dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, serta lingkungan di Danau Singkarak.

"Makanya penebaran bibit ikan bilih ini dilakukan pada momen HUT 112 PT Semen Padang," ujarnya.

Dikatakannya sebagai perusahaan yang peduli pada kelestarian lingkungan, PT Semen Padang mencoba untuk mengkonservasi ikan bilih.

Suksesnya konservasi yang dilakukan itu, tidak terlepas dari peran Lembaga Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bung Hatta (UBH), yang melakukan konservasi ikan bilih di area Keanekaragaman Hayati (Kehati) PT Semen Padang.

"Kedepan program ini akan terus dilakukan, termasuk penebaran ikan bilih ke habitat Danau Singkarak yang juga terus dilakukan secara berkala," tegasnya.

Asri menyatakan PT Semen Padang menargetkan pada tahun 2025, ikan bilih yang dikonservasi tidak hanya dikembalikan ke habitat Danau Singkarak, tapi juga bisa dikembangkan ke habitat baru.

Namun begitu, pihaknya terus berharap dukungan dari UBH. Karena, berkat dukungan UBH ini lah konservasi ikan bilih Danau Singkarak bisa berjalan sukses, sesuai dengan ekspektasi PT Semen Padang sebagai perusahaan semen yang peduli terhadap lingkungan, termasuk ikan bilih endemik di Danau Singkarak.

Sementara itu, Rektor UBH Tafdil Husni menyebutkan keterlibatan UBH dalam konservasi ikan bilih merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Dia berharap sinergi UBH, khususnya LPPM melalui Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan dengan PT Semen Padang ini dapat terus berlanjut dalam meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat, seperti masyarakat nelayan di Danau Singkarak ini.

"Di Sumbar, hanya UBH yang memiliki Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Hal ini tentunya menjadi potensi bagi UBH untuk pemberdayaan masyarakat nelayan di Danau Singkarak," ucapnya.

Tafdil mengatakan jika dari ribuan ekor ikan bilih yang ditebar itu, ada yang betina sebanyak 400 ekor. Maka ketika bertelur ikan bilih betina tersebut akan menghasilkan telur sebanyak 2,4 juta.

"Bayangkan bagaimana besarnya dampak dari penebaran ikan bilih ini. Namun dengan catatan, masyarakat nelayan tidak boleh mengeksploitasi ikan bilih secara besar-besaran. Salah satunya, tidak boleh menangkap dengan bagan," sebutnya.

Para nelayan Danau Singkarak diharapkan juga meniru apa yang dibuat Pemerintahan Nagari Sumpur, dalam menjaga kelestarian ikan bilih.

Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan upaya yang telah dilakukan oleh perusahaan kabanggaan masyarakat Sumbar itu, merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan, khususnya ikan bilih Danau Singkarak yang terancam punah akibat eksploitasi yang dilakukan para nelayan.

Dia berharap, penebaran ikan bilih ke habitatnya tersebut, dapat mendukung ekonomi masyarakat, khususnya para nelayan Danau Singkarak.

"Saya berharap kepada seluruh nelayan Danau Singkarak untuk tidak lagi mengeksploitasi ikan bilih secara masif," harapnya.

Mahyeldi melihat menurunnya populasi ikan bilih selama ini, karena disebabkan oleh eksploitasi besar-besaran yang dilakukan para nelayan dengan menggunakan alat tangkap yang mengancam kelangsungan hidup anakan ikan bilih.

"Wali Nagari juga telah punya peraturan. Harusnya peraturan itu dijalani. Tujuan kan untuk bersama juga, jadi saya harap untuk komitmen untuk menjaga populasi ikan bilih," ungkap Mahyeldi. (k56)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

semen padang sumbar
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top