Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Distribusikan BBM ke Desa, Pertamina Targetkan 1.400 Pertashop di Sumbagut

Section Head PPN Sumbagut Agustiawan menjelaskan kini jumlah Pertashop di wilayah Sumbagut mencapai 650 titik. Target tahun ini merupakan target lanjutan karena sebelumnya belum dapat dicapai.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 21 Februari 2022  |  17:20 WIB
Pertashop - Istimewa
Pertashop - Istimewa

Bisnis.com, PEKANBARU -- PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Regional Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) menargetkan pada tahun ini jumlah Pertashop di wilayah itu akan mencapai 1.400 titik.

Section Head PPN Sumbagut Agustiawan menjelaskan kini jumlah Pertashop di wilayah Sumbagut mencapai 650 titik. Target tahun ini merupakan target lanjutan karena sebelumnya belum dapat dicapai.

"Pertashop ini adalah titik penyalur BBM Pertamina ke desa-desa selain SPBU, dengan syarat jaraknya minimal 5 kilometer dari SPBU terdekat. Tahun ini kami kembali diberikan target besar yaitu 1.400 titik, dimana angka ini merupakan target tahun lalu namun tidak tercapai," ujarnya Senin (21/2/2022).

Menurutnya Pertashop merupakan upaya perseroan membantu masyarakat di pedesaan, guna mendapatkan bahan bakar lebih berkualitas namun dengan harga sesuai standar yang sama se-Indonesia.

Karena saat ini yang terjadi, orang-orang di pedesaan harus membeli BBM dari penjual eceran tapi harganya lebih tinggi dibandingkan di SPBU. Sedangkan kualitas BBM yang didapatkan pembeli tidak sesuai dengan harga yang dibayarkan.

Awalnya Pertamina menargetkan program OVO atau one village one outlet dengan artian satu desa satu Pertashop. Tetapi pada kenyataannya program ini tidak mudah untuk direalisasikan di lapangan.

Sejumlah kendala yang dihadapi PPN misalnya, untuk pengajuan Pertashop, pemiliknya harus berbadan hukum seperti PT, atau CV, atau badan usaha desa. Akibatnya respons publik kurang begitu baik dengan adanya syarat tersebut.

Kemudian setiap titik juga mewajibkan lahan dengan luas minimal 15x15 meter, dan biaya untuk pengadaan modular BBM dengan harga mulai Rp230 jutaan.

"Saat ini kami mulai membuat program stimulus agar minat masyarakat membuat Pertashop di desa dapat meningkat. Misalnya dengan stimulus bagi kemitraan yang sudah berjalan dan ingin mengembangkan titik baru, bisa mendapatkan pinjaman bank dengan plafond hingga Rp250 juta. Skemanya pembiayaan 3 tahun dan biaya kredit hanya 6 persen," ujarnya.

Dia mengakui keuntungan pemilik Pertashop saat menjual Pertamax lebih tinggi dibandingkan SPBU, yaitu Rp850 perliter dan di SPBU hanya Rp450 perliter.

Menurutnya PPN akan mencoba strategi lain untuk meningkatkan jumlah titik Pertashop di Sumbagut, salah satunya dengan menggadeng Pemda untuk dapat mendorong masyarakat membuka titik Pertashop baru di desanya.

Serta dengan menambah jenis produk yang bisa dijual di Pertashop. Dimana sebelumnya hanya menjual BBM jenis Pertamax, kedepan akan ditambahkan Dexlite dan Pertamina Dex, serta elpiji Bright Gas.

Sementara itu Sales Manajer Retail PPN Riau Wira Pratama menjelaskan untuk Provinsi Riau saat ini memiliki sebanyak 126 titik Pertashop. Menurutnya memang harga BBM yang dijual sudah sama dengan harga di SPBU se-Indonesia.

"Pertashop ini terus kami dorong perkembangannya agar titiknya terus bertambah. Karena memang sangat membantu distribusi BBM ramah lingkungan ke masyarakat pedesaan. Untuk harga misalnya Pertashop sama dengan SPBU yaitu jenis Pertamax Rp9.400 perliter."

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top