Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bantu Petani Kelapa Inhil, Riau Ajukan Pembangunan Jalan ke Bappenas

Gubernur Riau Syamsuar menjelaskan rencana ini merupakan tindak lanjut dari usulan 3 kabupaten bertetangga itu, guna mendukung aktivitas perekonomian setempat termasuk petani, dengan komoditas unggulan yaitu kelapa dan kopra.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 13 Februari 2022  |  20:37 WIB
Gubernur Riau Syamsuar (kedua kiri) dengan disaksikan Bupati Indragiri Hilir HM Wardan (kiri), Bupati Tanjab Barat Anwar Sadat (kedua kanan) dan Wakil Bupati Tanjab Timur Robby Nahliyansyah (kanan), menandatangani dukungan dari usulan pembangunan jalan yang menghubungkan 3 kabupaten yaitu Indragiri Hilir, Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur.  - Bisnis/Arif Gunawan
Gubernur Riau Syamsuar (kedua kiri) dengan disaksikan Bupati Indragiri Hilir HM Wardan (kiri), Bupati Tanjab Barat Anwar Sadat (kedua kanan) dan Wakil Bupati Tanjab Timur Robby Nahliyansyah (kanan), menandatangani dukungan dari usulan pembangunan jalan yang menghubungkan 3 kabupaten yaitu Indragiri Hilir, Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur. - Bisnis/Arif Gunawan

Bisnis.com, PEKANBARU-- Pemerintah Provinsi Riau bersama dengan Pemerintah Provinsi Jambi, akan mengajukan proyek pembangunan jalan penghubung antara perbatasan Riau di Kabupaten Indragiri Hilir dengan Jambi yaitu Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur.

Gubernur Riau Syamsuar menjelaskan rencana ini merupakan tindak lanjut dari usulan 3 kabupaten bertetangga itu, guna mendukung aktivitas perekonomian setempat termasuk petani, dengan komoditas unggulan yaitu kelapa dan kopra.

"Kami baru saja selesai melaksanakan pertemuan dengan 3 kabupaten yaitu Indragiri Hilir, Tanjung Jabung Barat, dan Tanjung Jabung Timur membahas pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan. Setelah disepakati nantinya apa saja yang dibangun, kami bersama Pemprov Jambi akan mengusulkan ke Bappenas, agar dapat disetujui pemerintah pusat dan kementerian terkait," ujarnya Jumat (11/2/2022).

Syamsuar menjelaskan usulan semacam ini pernah dilakukan pihaknya saat memfasilitas rencana pembangunan feeder tol atau jalan tol penghubung dari Dharmasraya, Solok Selatan, dan ke Indragiri Hulu hingga tersambung ke trase tol Pekanbaru - Rengat - Jambi.

Dari upaya itu akhirnya usulan ketiga kabupaten bertetangga antara Riau dan Sumbar itu, akhirnya disetujui oleh pemerintah pusat melalui Kemenko Maritim dan Investasi, serta Kementerian PUPR.

Karena itu dia meminta kepada tiga kabupaten ini agar bisa memutuskan satu proyek yang unggulan, seperti jalan penghubung Tembilahan - Enok - batas Jambi tersebut, sehingga pemerintah pusat juga bisa menerima dengan mudah dan jelas.

"Jadi kalau bisa ini satu ini saja dahulu jalan penghubung Tembilahan - Enok - Batas Jambi dan di wilayah Jambi agar fokus, kalau ini diterima nanti jalannya akan berstatus menjadi jalan nasional bukan jalan provinsi," ujarnya.

Sementara itu Pemda Kabupatan Indragiri Hilir mengusulkan pembangunan jalan akses menuju wilayah Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur di Provinsi Jambi.

Bupati Indragiri Hilir HM Wardan menjelaskan usulan ini merupakan tindak lanjut nota kesepahaman antara 3 kabupaten yaitu Inhil, Tanjab Barat dan Tanjab Timur.

"Kami 3 kabupaten yang bertetangga ini meski beda provinsi telah membahas berbagai kerjasama termasuk bidang konektivitas melalui beberapa MoU yang kami lakukan misalnya 2019 dan 2021 tentang konektivitas daerah perbatasan. Karena itu kami mengusulkan kepada provinsi untuk pembangunan jalan dan jembatan di Indragiri Hilir," ujarnya.

Dia merincikan untuk wilayah Inhil pihaknya mengajukan pembangunan jalan sepanjang 58,14 kilometer yang terbagi 2 seksi yaitu jalan penghubung Tembilahan - Enok, dan jalan Enok - Perbatasan Jambi, dengan perkiraan nilai proyek mencapai Rp348 miliar.

Untuk jalan Tembilahan - Enok, jalan yang diajukan yaitu sepanjang 23,30 kilometer. Kemudian untuk Enok - Perbatasan Jambi sepanjang 34,84 kilometer.

Sementara itu untuk total panjang jalan akses antara 3 kabupaten yang direncanakan yaitu dengan panjang total 207,45 kilometer. Dengan rincian 58,14 kilometer di wilayah Indragiri Hilir, 81,42 kilometer di wilayah Tanjung Jabung Barat, dan 67,89 kilometer di wilayah Tanjung Jabung Timur.

"Harapan kami usulan ini dapat ditindaklanjut dan jalan akses ini bisa dibangun, karena kami meyakini banyak manfaat dari pembangunan jalan ini mulai dari perkembangan ekonomi, pendidikan, budaya dan lainnya," ujarnya.

Bupati Tanjung Jabung Barat Anwar Sadat mengatakan pihaknya berterima kasih atas dukungan Pemprov Riau yang telah memfasilitasi pertemuan dengan agenda pembahasan usulan pembangunan infrastruktur yang menghubungkan daerahnya.

"Kami di Tanjab Barat termasuk daerah termiskin di Jambi atau nomor dua termiskin. Dengan APBD kami hanya Rp1,1 triliun dan belanja modal hanya Rp110 miliar kalau ini digunakan bangun jembatan sudah habis dan tidak mencukupi. Karena itu kami berterima kasih terhadap dukungan Pemprov Riau," ujarnya.

Menurutnya dengan rencana pembangunan jalan dan jembatan ini nantinya, akan membantu perekonomian masyarakat di daerah itu yang bergantung dengan Tembilahan Riau untuk menerima pasokan hasil perkebunan kelapa yang ada di daerah tersebut.

Adapun Kabupaten Indragiri Hilir adalah kabupaten yang berbatasan dengan wilayah tetangga yaitu Provinsi Jambi. Wilayah ini punya potensi ekonomi tanaman kelapa dalam, dengan luas mencapai 400.000 hektare lebih.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

riau kelapa proyek infrastruktur
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top