Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Suku Laut Pesisir Batam Ingin Pemerintah Pikirkan Pendidikan Anak-anak Mereka

Warga Suku Laut pesisir Batam ini mengaku sudah lama mendambakan ada di antara generasi penerus mereka duduk setara dengan warga kota.
Bobi Bani
Bobi Bani - Bisnis.com 14 Januari 2022  |  19:59 WIB
Perwakilan Suku Laut saat menerima bantuan stimulan usaha peningkatan hasil tangkap ikan berupa peralatan nelayan dan pengolahan ikan. Bantuan ini diberikan kepada 16 kelompok nelayan masing-masing senilai Rp25 juta. - Bisnis/Bobi Bani
Perwakilan Suku Laut saat menerima bantuan stimulan usaha peningkatan hasil tangkap ikan berupa peralatan nelayan dan pengolahan ikan. Bantuan ini diberikan kepada 16 kelompok nelayan masing-masing senilai Rp25 juta. - Bisnis/Bobi Bani

Bisnis.com, BATAM-Meski hanya melihat bagian belakang telinga, pipi, dan tangan kanannya saat memegang pelantang hitam. Suara Ali, nama yang keluar saat ia memperkenalkan diri terdengar jelas.

Setelah menyebut nama, Ali dengan anggun menuturkan rasa gembiranya. Datar tapi mengena saat menyambut rombongan Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil, Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Pemerintah Kota (Pemko) Batam dalam acara pemberian bantuan alat tangkap kepada masyarakat adat Suku Laut di Pulau Bertam, Belakangpadang, Batam yang ditunggu, sejak pagi mungkin.

Dalam keterbatasan durasi, Ali bercerita. Ia dan masyarakat adat Suku Laut di kampung Bertam, Gara dan Lingka di Kelurahan Kasu, Kecamatan Belakangpadang sangat ingin melihat anak-pinaknya menapaki kemudahan akses pendidikan. Menyelesaikan satu persatu jenjang sekolah hingga tingkat tertinggi yang bisa dicapai.

Warga Suku Laut pesisir Batam ini mengaku sudah lama mendambakan ada di antara generasi penerus mereka duduk setara dengan warga kota. Memiliki gelar pendidikan di belakang nama masing-masing, lebih lebih dapat mencapai apa yang selama ini hanya ada dalam angan.

Lebih spesifik, Ali meminta agar 13 anak sekolah tingkat menengah pertama (SMP) dan menengah atas (SMA) di Bertam, Gara dan Lingka dapat dukungan kendaraan operasional. Selama ini, anak-anak mereka secara mandiri berangkat ke sekolah dengan berdayung atau menggunakan kapal yang dibiayai sendiri.

Dengan keterbatasan yang ada, kehadiran anak-anak Bertam, Gara dan Lingka ke sekolah tidak bisa sesuai standar yang ditentukan.

Gayung bersambut, Pemerintah Kota (Pemko) Batam langsung merespon dengan menghadirkan beberapa rencana. Penyediaan kendaraan khusus pelajar; membangun sekolah baru; dan subsidi untuk operasional transportasi pendidikan anak-anak Bertam, Gara dan Lingka.

Dengan kesepakatan bersama dan menimbang sini dan sana, subsidi untuk operasional transportasi pendidikan dipilih. Pemko Batam juga membangun konektivitas jalur transportasi laut tiga pulau ini dengan lokasi sekolah yang terletak di Pulau Kasu.

Tanpa mengurangi rasa hormat pada banyak dukungan untuk Suku Laut sebelumnya, Ali mengaku malu terus dibantu dengan bahan makanan (sembako) meskipun hal itu memang jadi kebutuhan dasar.

"Kami malu dibantu terus, dengan hormat kami sampaikan ini. Tolong pikirkan kami yang berjuang sebagai masyarakat kecil, dukung kami untuk menikmati pendidikan, sehingga hasilnya bisa kami tuai nanti," kata Ali dengan suara agak bergetar.

"Untuk bisa maju, kami terbatas dana dan waktu. Kami berharap ada dukungan untuk bisa belajar dan membangun mental pendidikan di tempat kami ini," kata dia.

Tak kalah bergetar dengan suara Ali yang terasa emosional, isi hati semua yang mendengarnya mungkin ikut bergemuruh. Memancing berdiri rambut kulit dan membuat mata berkaca.

Selain memastikan 13 siswa dari pulau Bertam, Gara dan Lingka yang masing masing berpenduduk sebanyak 178 jiwa (54 KK); 219 jiwa (79 KK); dan 198 jiwa (68 KK) ini mendapat subsidi transportasi pendidikan, Wali Kota Batam/Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi juga menjamin ketersediaan obat untuk layanan kesehatan; perbaikan fasilitas umum dan masjid di Pulau Bertam.

Rudi juga menjamin status lahan yang ada di tiga pulau ini akan disertifikat, sehingga dukungan yang datang dari pihak lain tidak terkendala.

"Terkait status lahan, seluruh yang jadi kepentingan umum akan disertifikat. Kami akan masukan dalam program Reforma Agraria juga bagi rumah yang ada di Bertam, Gara dan Lingka," kata Rudi yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Rencana Kunjungan Mensos

Direktur Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil Kemensos, Muhammad Syafii Nasution, mengatakan pihaknya melakukan pemberian bantuan stimulan usaha peningkatan hasil tangkap ikan berupa peralatan nelayan dan pengolahan ikan pada tahap awal. Bantuan ini diberikan kepada 16 kelompok nelayan masing-masing senilai Rp25 juta.

Temuan pada kedatangan pertama ini akan dikaji lebih dalam untuk kemudian menjadi program Kemensos selanjutnya di Pulau Bertam, Gara dan Lingka. Seperti apa arah program ini, lanjut Syafii, akan berfokus pada peningkatan taraf hidup masyarakat dari berbagai segi. Utamanya pada peningkatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Tidak menutup kemungkinan Pulau Bertam, Gara dan Lingka menjadi kawasan pesisir yang menyajikan kearifan lokal khas, sehingga mendukung hadirnya wisatawan untuk melihat kebudayaan suku laut di pesisir Batam.

Kemungkinan lainnya, Syafii mengatakan akan melaporkan langsung hasil kunjungan mereka kepada Menteri Sosial, Tri Rismaharini. Cerita mereka tentang Bertam, Gara dan Lingka, mungkin akan menarik hati ibu menteri untuk datang langsung menemui Suku Laut di pesisir Batam ini.

"Ibu menteri (Menteri Sosial, Tri Rismaharini) sebelumnya sudah pernah menginap bersama Asmat. Bisa saja beliau akan datang ke Batam dan menginap di Pulau Bertam," kata Syafii.

Tidak berhenti di situ, Syafii mengaku juga akan mendukung terpenuhinya kebutuhan kegiatan sosial budaya masyarakat Suku Laut di sini. Mereka yang sudah berbaur beberapa waktu dengan warga Pulau Bertam dan informasi dari tim penyuluh di lapangan. Seperti melengkapi fasilitas olahraga (gawang untuk lapangan sepak bola di Pulau Bertam); sarana MCK dan lainnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batam
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top