Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Inovasi PJB PLTU Tenayan Sulap Abu Batu Bara Menjadi Perpustakaan Digital

General Manager PT. PJB UBJOM PLTU Tenayan Arief Wicaksono menjelaskan kali ini pihaknya membangun Perpustakaan Digital di Taman Putri Kaca Mayang, Kota Pekanbaru dengan menggunakan abu batu bara sebagai pengganti semen dan pasir yang aman bagi lingkungan dan kesehatan.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 05 Januari 2022  |  19:33 WIB
Wali Kota Pekanbaru Firdaus (tengah) didampingi General Manager PT. PJB UBJOM PLTU Tenayan Arief Wicaksono, tengah mendengarkan pemaparan petugas tentang fasilitas yang ada di Perpusatakaan Digital di Taman Putri Kaca Mayang. PJB UBJOM PLTU Tenayan membangun Perpustakaan Digital di Pekanbaru dengan menggunakan bahan abu batu bara.  - Istimewa
Wali Kota Pekanbaru Firdaus (tengah) didampingi General Manager PT. PJB UBJOM PLTU Tenayan Arief Wicaksono, tengah mendengarkan pemaparan petugas tentang fasilitas yang ada di Perpusatakaan Digital di Taman Putri Kaca Mayang. PJB UBJOM PLTU Tenayan membangun Perpustakaan Digital di Pekanbaru dengan menggunakan bahan abu batu bara. - Istimewa

Bisnis.com, PEKANBARU-- PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) UBJOM PLTU Tenayan membuat inovasi dalam pengelolaan limbah abu batu bara di wilayah operasionalnya. 

General Manager PT PJB UBJOM PLTU Tenayan Arief Wicaksono menjelaskan kali ini pihaknya membangun Perpustakaan Digital di Taman Putri Kaca Mayang, Kota Pekanbaru dengan menggunakan abu batu bara sebagai pengganti semen dan pasir yang aman bagi lingkungan dan kesehatan.

“Regulasi tentang pemanfaatan abu batu bara sudah dipenuhi, diperkuat juga oleh MoU dengan Pemkot Pekanbaru serta Perjanjian Kerjasama dengan DLHK Pekanbaru tentang pemanfaatan abu batu bara ini aman bagi lingkungan dan kesehatan. Kali ini kami menggunakan abu batu bara sebesar 60 persen untuk menggantikan semen, dalam pembangunan fasilitas umum salah satunya Perpustakaan Digital ini,” ujarnya dalam siaran pers Rabu (5/1/2022).

Dia memaparkan abu batu bara yang dulu dikenal oleh masyarakat awan sebagai limbah, justru kini dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku bangunan pengganti semen dan pasir yang aman secara lingkungan serta kesehatan. 

Melalui penelitian dan telaah yang ketat, ide ini telah direalisasikan oleh perseroan bekerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Pekanbaru dalam membangunan Gedung Perpustakaan Digital di Taman Putri Kaca Mayang, Pekanbaru.

Menurutnya program ini menjadi pioner di Pulau Sumatra terkait pemanfaatan abu batu bara sebagai bahan bangunan guna konstruksi fasilitas umum di Ruang Terbuka Hijau.

"Pemanfaatan abu batu bara atau FABA (Fly Ash / Bottom Ash) sebagai bahan bangunan ini sudah sesuai regulasi yang berlaku yakni Peraturan Pemerintah (PP) No 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dimana saat ini abu batu bara merupakan limbah non B3 terdaftar (tidak berbahaya dan tidak beracun)," ujarnya.

Dia mengakui program pembangunan perpustakaan tersebut merupakan wujud realisasi dari MoU kerja sama sinergi program CSR antara PT PJB UBJOM PLTU Tenayan dengan Pemerintah Kota Pekanbaru, dimana melalui program CSRnya PT PJB UBJOM Tenayan mendukung percepatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang berkesinambungan di Kota Pekanbaru. 

Sementara itu Wali Kota Pekanbaru Firdaus mengucapkan terima kasih kepada PT PJB UBJOM PLTU Tenayan yang telah membangun fasilitas Perpustakaan Digital ini bagi warga kota tersebut.

"Gedung perpustakaan ini dibuka untuk umum, guna memudahkan dan meningkatkan minat baca masyarakat di Pekanbaru."

Adapun material abu batu bara sisa pembakaran di PLTU Tenayan dengan teknologi boiler minimal Circulating Fluidized Bed (CFB) merupakan limbah yang tidak berbahaya dan tidak beracun, hal ini dikarenakan pembakaran dilakukan pada temperatur tinggi, sehingga kandungan unburnt carbon di dalamnya menjadi minimum. 

Hasil data dari uji karakteristik terhadap abu batu bara dibeberapa PLTU yang dilakukan oleh Kementerian LHK pada 2020 menunjukkan bahwa FABA PLTU masih di bawah baku mutu karakter berbahaya dan beracun. 

Selain itu, hasil evaluasi dari referensi yang tersedia menyatakan bahwa hasil uji Prosedur Pelidian Karakteristik Beracun atau Toxicity Characteristic Leaching Procedure (TCLP) terhadap limbah FABA dari 19 unit PLTU, memberikan hasil uji bahwa semua parameter memenuhi baku mutu. 

Abu batu bara dari kegiatan PLTU dengan teknologi boiler minimal Circulating Fluidized Bed (CFB) dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku kontruksi pengganti semen / pasir, bahan batako dan paving block, roadbase, bahan baku pembuatan refraktori cor, penimbunan dalam reklamasi tambang, pupuk, substitusi kapur untuk menetralkan air asam tambang, memperbaiki kondisi fisik tanah dan media tanam untuk revegetasi lahan bekas tambang. 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN listrik riau
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top