Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bobby Tawari Jepang Kerja Sama Pengolahan Sampah pada Medan Business and Investment Forum

Dua dari 14 proyek investasi yang ditawarkan Bobby adalah pengelolaan sampah dan wisata sejarah. Menurut Bobby, sampah masih menjadi masalah kompleks bagi Kota Medan.
Nanda Fahriza Batubara
Nanda Fahriza Batubara - Bisnis.com 29 November 2021  |  19:48 WIB
Bobby Tawari Jepang Kerja Sama Pengolahan Sampah pada Medan Business and Investment Forum
Wali Kota Medan Bobby Nasution pada Medan Business and Investment Forum yang digelar Indonesia-Japan Business Network (IJB-Net) Sumatra Utara di Universitas Sari Mutiara, Medan, Senin (29/11 - 2021).
Bagikan

Bisnis.com, MEDAN - Wali Kota Medan Bobby Nasution menawarkan 14 proyek investasi kepada Jepang.

Tawaran ini disampaikan Bobby pada Medan Business and Investment Forum yang digelar Indonesia-Japan Business Network (IJB-Net) Sumatra Utara di Universitas Sari Mutiara, Medan, Senin (29/11/2021).

Dua dari 14 proyek investasi yang ditawarkan Bobby adalah pengelolaan sampah dan wisata sejarah. Menurut Bobby, sampah masih menjadi masalah kompleks bagi Kota Medan.

"Kita pahami permasalahan sampah di Kota Medan ini sulit sekali dan pernah dinobatkan sebagai kota terjorok di Indonesia. Salah satunya karena pengelolaan sampah di TPA yang tidak memenuhi standar nasional," kata Bobby.

Dengan jumlah penduduk mencapai 2,85 juta jiwa, produksi sampah di Kota Medan mencapai 2.000 ton per hari. Akan tetapi, pembuangan sampah akhir di TPA Terjun mencapai 1.595 ton per hari atau 83 persen dari total sampah yang diproduksi.

Pemko Medan memprediksi TPA Terjun mengalami okupansi maksimal dengan tinggi timbunan sampah mencapai 15 meter pada 23 tahun mendatang. Oleh karena itu, Pemko Medan menargetkan pengurangan sampah sebanyak 30 persen.

Selama ini, terdapat beberapa pilihan teknologi pengolahan sampah. Di antaranya Refuse Derived Fuel (RDF) dan Solid Recovered Fuel (SRF). Teknologi ini dinilai cocok untuk karakteristik TPA Terjun.

Selain pengelolaan sampah, Bobby juga menawari Jepang pengembangan pariwisata dan sejarah di Kota Medan. Seperti pembangunan destinasi wisata bangunan kuno Warenhuis di pusat kota.

Lebih lanjut, 14 proyek investasi yang ditawarkan ke Jepang adalah convention center, waterfront city, pusat kampung ekonomi kreatif, kawasan industri Belawan dan Seruai, kebun binatang, pengolahan sampah, transportasi ramah lingkungan.

Kemudian mall pelayanan publik, rumah sakit, cagar budaya dan pusat bisnis, revitalisasi taman Lili Suheri, gedung parkir modern, smart city utility.

Konsulat Jenderal Jepang di Medan Takonai Susumu mengatakan, pemerintah Jepang sebenarnya sudah menjalin kerja sama dengan Pemko Medan dalam beberapa hal. Termasuk pengelolaan sampah. Namun karena pandemi, kerja sama itu terhenti.

"Karena situasi pandemi ini, kerja sama ini sedang di-stop. Tapi setelah pandemi berakhir, mereka akan kembali lagi melanjutkan proyek kerja sama pengolahan sampah," kata Takonai.

Soal sampah, Jepang sebelumnya juga ditawari bekerja sama oleh Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi saat menyambut kunjungan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kanasugi Kenji di Medan, Jumat (26/11/2021).

Menurut Takonai, saat ini Jepang juga masing mempertimbangkan tawaran itu.

"Kami sedang menerima tawaran dan akan dipertimbangkan," kata Takonai.

Menurut Ketua IJB-Net Sumatra Utara Parlindungan Purba, forum ini bertujuan mengoptimalkan potensi kerja sama yang dimiliki Sumatra Utara dan Jepang untuk mendongkrak perkonomian masing-masing.

Menurut Parlindungan, setidaknya terdapat 4.000 orang alumni tenaga kerja ataupun magang Jepang asal Sumatra Utara. Sumber daya ini merupakan potensi besar.

"Ketersediaan orang-orang yang pernah bekerja di Jepang, apabila datang investor, ini sudah enak. Karena orang Jepang ini terkenal disipilin," kata Parlindungan.

IJB-Net merupakan bentuk peningkatan hubungan antara Indonesia dan Jepang. Organisasi ini didukung oleh para diaspora Indonesia di Jepang, sahabat Jepang pecinta Indonesia, dan masyarakat Indonesia lainnya yang terpanggil untuk meningkatkan kolaborasi bisnis antar kedua negara.

IJB-Net diresmikan oleh Kementerian Perindustrian Agustus 2018 lalu. Fokus kegiatannya antara lain memperbanyak kegiatan business matching, mencari bahan baku, produk atau teknologi aplikatif dan membantu pengembangannya. Termasuk membantu pengembangan SDM di bidang industri, serta membantu mempromosikan produk atau program.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi sumut bobby nasution
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top