Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Amankan Penerimaan Negara, Kanwil DJP Sumut I Gelar Monitoring dan Evaluasi Joint Program

Joint Program Optimalisasi Penerimaan Negara tahun 2021 merupakan upaya kolaborasi antara Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dan Direktorat Jenderal Anggaran (DJA), untuk mengakselerasi pertumbuhan dan meningkatkan kemandirian nasional dalam pembiayaan pembangunan.
Nanda Fahriza Batubara
Nanda Fahriza Batubara - Bisnis.com 22 November 2021  |  12:46 WIB
Program Monitoring dan Evaluasi Joint Program Kementerian Keuangan Tahun 2021 yang digelar Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Sumatra Utara di Medan, belum lama ini.  - Istimewa
Program Monitoring dan Evaluasi Joint Program Kementerian Keuangan Tahun 2021 yang digelar Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Sumatra Utara di Medan, belum lama ini. - Istimewa

Bisnis.com, MEDAN - Belum lama ini, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Sumatra Utara I (Kanwil DJP Sumut I) menggelar Monitoring dan Evaluasi Joint Program Kementerian Keuangan Tahun 2021 di Medan.

Menurut Kepala Kanwil DJP Sumut I Eddi Wahyudi, program ini dilakukan dalam rangka mengamankan penerimaan negara di tahun 2021.

"Dengan adanya program sinergi ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, meningkatkan daya saing, peringkat Ease of Doing Business (EoDB) Indonesia dan kredibilitas serta efektivitas kinerja APBN, khususnya di wilayah Sumatra Utara," kata Eddi, Senin (22/11/2021).

Joint Program Optimalisasi Penerimaan Negara tahun 2021 merupakan upaya kolaborasi antara Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dan Direktorat Jenderal Anggaran (DJA), untuk mengakselerasi pertumbuhan dan meningkatkan kemandirian nasional dalam pembiayaan pembangunan.

Acara ini dihadiri oleh Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Organisasi, Birokrasi dan Teknologi Informasi Sudarto, Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Penerimaan Negara Oza Olavia serta kepala instansi terkait lainnya.

Tujuan besar program ini adalah membangun sistem yang dapat menopang ekosistem perekonomian yang patuh terhadap ketentuan perundang-undangan yang berlaku, termasuk dengan perpajakan, kepabeanan, cukai serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Pengembangan sistem didasari oleh prinsip manajemen risiko. Pelaku usaha yang patuh sepatutnya layak mendapatkan berbagai kemudahan dalam kaitannya dengan perpajakan dan kepabeanan.

Menurut Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Penerimaan Negara Oza Olavia, terdapat delapan program dalam program sinergi ini. Antara lain program Joint Analisis, Joint Audit, Joint Collection, Joint Investigasi, Joint Proses Bisnis, Single Profile, Secondment, dan program sinergi lainnya.

Sedangkan Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Organisasi, Birokrasi dan Teknologi Informasi (OBTI) Sudarto membahas tentang komoditas Sarang Burung Walet (SBW) dan kelapa sawit.

Komoditas ini diangkat karena pertimbangan jumlah aktivitas bisnis ini banyak digeluti di Sumatra Utara.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumut djp
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top