Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Polisi Berjaga di Tiap SPBU, Buru Praktik Jual-Beli BBM Pakai Jerigen

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Sumatra Utara Kombes Pol Hadi Wahyudi, Kapolda juga meminta jajarannya agar berkoordinasi dengan pemilik SPBU.
Nanda Fahriza Batubara
Nanda Fahriza Batubara - Bisnis.com 22 Oktober 2021  |  20:25 WIB
Kelangkaan BBM di Sumatra Utara - Bisnis
Kelangkaan BBM di Sumatra Utara - Bisnis

Bisnis.com, MEDAN - Kapolda Sumatra Utara Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak memerintahkan kepala kepolisian resor kabupaten dan kota agar menindak jual-beli BBM menggunakan jerigen di SPBU.

Instruksi ini merupakan buntut dari kelangkaan BBM yang terjadi belakangan ini di sejumlah daerah.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Sumatra Utara Kombes Pol Hadi Wahyudi, Kapolda juga meminta jajarannya agar berkoordinasi dengan pemilik SPBU.

Di samping itu, pimpinan kepolisian di tingkat resor kabupaten dan kota juga diminta menempatkan anggotanya di tiap SPBU.

"Segera cek dan koordinasikan dengan pemilik SPBU di wilayahnya masing-masing untuk diketahui berapa delivery order yang diterima setiap hari," ujar Hadi, Jumat (22/10/2021).

Direktur Reskrimsus Polda Sumatra Utara Kombes Pol John Nababan menjelaskan hasil pemanggilan terhadap manajemen PT Pertamina Patra Niaga Sumbagut beberapa hari lalu.

"Dari hasil rapat dengan pihak Pertamina memang supplai BBM di Sumatra Utara mengalami keterlambatan. Dari hasil penyelidikan tim di lapangan adanya keterbatasan stok di Depot Pertamina," kata John.

Sementara itu, Anggita Komisi B DPRD Sumatra Utara Zeira Salim Ritonga mendesak Menteri BUMN Erick Thohir untuk mengevaluasi dan merombak di jajaran manajemen PT Pertamina Patra Niaga Sumatra Bagian Utara.

Menurut Zeira, tindakan itu perlu dilakukan demi menghindari kelangkaan BBM terus-menerus terulang di sejumlah daerah.

Sebab, hasil pemanggilan pihak Kepolisian dan Pemprov Sumatra Utara mengungkap adanya berbagai penyebab kelangkaan yang diduga dampak dari perencanaan serta manajerial Pertamina yang buruk.

Menurut Zeira, kendala teknis seperti keterlambatan tangker pengangkut BBM impor dan peningkatan konsumsi BBM pascapelonggaran PPKM mestinya bisa diminimalisir apabila terdapat perencanaan dan manajemen yang baik.

Hal-hal seperti itu, menurut Zeira, menunjukkan ketidakprofesionalan dalam segi pengelolaan. Apalagi kelangkaan BBM bukan kali pertama terjadi di wilayah Sumatra Utara.

"Ini akibat dari tidak adanya antisipasi dari awal. Berarti perencanaan-perencanaan mereka selama ini seperti apa? Kalau terus seperti ini, saya kira tidak ada ampun. Harus diganti semua jajarannya," kata Zeira kepada Bisnis.

Zeira juga mengingatkan agar jangan sampai terjadi permainan kotor di balik kelangkaan BBM yang terjadi.

"Jangan sampai alasan mereka seperti itu, tapi nanti ditemukan di lapangan ternyata bukan karena kendala teknis pengangkutan, ada permainan. Itu yang kita takutkan," kata Zeira.

Selain Polda Sumatra Utara, Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi juga telah memanggil manajemen PT Pertamina Patra Niaga Sumbagut pada Kamis (21/10/2021).

Pemanggilan berkaitan dengan kelangkaan BBB di sejumlah SPBU belakangan ini.

Edy meminta Pertamina memastikan kondisi tersebut tak terulang kembali. Sebab, BBM memiliki peran vital dalam penggerak roda perekonomian masyarakat.

"BBM ini kan penting, jangan langka lagi dia, hampir setiap kegiatan orang memerlukan BBM karena itu dia vital," kata Edy.

Pada kesempatan itu, Eksekutif General Manager PT Pertamina Petra Niaga Sumbagut Asep Wicaksono mengungkap berbagai alasan di balik kelangkaan BBM di sejumlah daerah.

Untuk BBM jenis solar, menurut Asep, terdapat kuota yang terbatas. Akan tetapi, Pertamina telah menambah kuota tersebut sejak pekan lalu.

Pertamina juga mengimpor BBM karena stok yang kurang. Proses impor yang memerlukan waktu juga menjadi kendala.

"Impor itu tidak seperti beli barang biasa, ada mekanisme, kebetulan di tempat belinya ada antrean luar biasa, kami juga sudah mempelajari hal itu agar tidak terjadi lagi," kata Asep.

Seperti sebelum-sebelumnya, Asep kembali berjanji akan menyediakan stok BBM sesuai kebutuhan masyarakat.

"Penambahan stok sesuai dengan kebutuhan masyarakat Sumut, berapapun kebutuhan masyarakat akan kami penuhi," kata Asep.

Kelangkaan BBM yang terjadi sejak beberapa hari lalu menyebabkan banyak SPBU yang kehabisan stok. Akan tetapi, manajemen PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatra Bagian Utara mengklaim bahwa semuanya berjalan lancar.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumut
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top