Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Koperasi Siap Tampung Produksi Maggot di Sumbar

Kandungan protein maggot BSF ini bisa mencapai 50 persen dari berat kering tubuhnya.
Noli Hendra
Noli Hendra - Bisnis.com 20 September 2021  |  13:32 WIB
Koperasi Siap Tampung Produksi Maggot di Sumbar
Dosen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Andalas Dr. Resti Rahayu memperlihatkan kemasan maggot yang telah disangrai yang ada di Rumah Maggot Sumatra Barat di Komplek Bukit Belimbing Indah, Kuranji, Kota Padang, Senin (6/9/2021). Terdapat sekitar 1.200 penggiat maggot di Provinsi Sumatra Barat yang kini mengalami kendala dalam pemasaran. - Bisnis/Noli Hendra
Bagikan

Bisnis.com, PADANG - Penggiat maggot di berbagai daerah di Provinsi Sumatra Barat secara resmi mendirikan koperasi yang diberi nama Koperasi Sahabat Penggiat Maggot Sumbar.

Dr. Resti Rahayu, perwakilan dari Universitas Andalas Padang dan pendamping koperasi, mengatakan pendirian lembaga tersebut untuk memperkuat pasar. "Koperasi adalah solusi terkait sulit pangsa pasar maggot di Sumbar," kata Dosen Biologi Unand yang akrab disapa Ayu, melalui keterangan tertulisnya, Senin (20/9/2021).

Anggota dari koperasi ini datang dari berbagai daerah di Sumbar, seperti dari Kota Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, Kota Bukittinggi, Kabupaten Padang Panjang, Kota Pariaman, Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Agam, dan dari Kota Padang.

Koperasi sedianya mengumpulkan seluruh produksi dari penggiat maggot. "Unand minta beberapa ton, untuk dipersiapkan menjadikan maggot itu jadi minyak, ini adalah projek Unand juga. Nah peluang bagi penggiat maggot," ucapnya.

Ayu menjelaskan maggot BSF atau sering juga disebut sebagai lalat tentara hitam adalah lalat pengurai sampah dengan daya konversi yang sangat luar biasa, mengurai sampah menjadi biomassa dengan kandungan protein yang sangat tinggi.

Kandungan protein maggot BSF ini bisa mencapai 50 persen dari berat kering tubuhnya. Maggot BSF ini menjadi pakan berbagai jenis ternak unggas maupun ikan, baik dalam bentuk maggot segar maupun kering.

Doktor lulusan ITB ini juga menyampaikan bahwa, Universitas Andalas akan melakukan pendampingan terhadap mitra atau masyarakat sasaran sehingga benar-benar menjadi unit usaha yang berkembang yang nantinya akan berdampak kepada kesejahteraan masyarakat.

"Dalam waktu singkat koperasi ini akan didaftarkan akta pendiriannya. Karena kita sudah koordinasikan juga dengan pihak dinas koperasi provinsi," tutup Ayu. (k56)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumbar universitas andalas pengolahan sampah
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top