Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BI Temukan 1.818 Lembar Uang Palsu di Sumut

Mayoritas pecahan temuan adalah Rp100.000 sebanyak 1.069 lembar atau 68,8 persen dari peredaran uang palsu di Sumut. Selanjutnya, pecahan Rp50.000 beredar sebanyak 628 lembar atau 34,5 persen dari total peredaran.
Cristine Evifania Manik
Cristine Evifania Manik - Bisnis.com 30 Juli 2021  |  13:59 WIB
BI Temukan 1.818 Lembar Uang Palsu di Sumut
Petugas menunjukkan uang palsu yang akan dimunaskan di Jakarta, Rabu (26/2/2020). Bisnis - Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, MEDAN - Peredaran uang palsu di Sumatra Utara terus terjadi. Bank Indonesia (BI) KPw Provinsi Sumatra Utara (Sumut) mencatat, hingga Juni 2021 ada temuan uang palsu sebanyak 1.818 lembar.

Mayoritas pecahan temuan adalah Rp100.000 sebanyak 1.069 lembar atau 68,8 persen dari peredaran uang palsu di Sumut. Selanjutnya, pecahan Rp50.000 beredar sebanyak 628 lembar atau 34,5 persen dari total peredaran.

Uang palsu dengan pecahan Rp20.000 beredar sebanyak 93 lembar, Rp10.000 sebanyak 25 lembar, Rp5.000 sebanyak 2 lembar, dan Rp2.000 sebanyak 1 lembar.

Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumut Andiwiana Septonarwanto mengatakan, peredaran uang palsu di Sumut cukup memprihatinkan dan perlu menjadi perhatian.

“Kondisi uang palsu di Sumut agak memprihatinkan karena jumlah peredaran uang palsu yang cukup tinggi di Pulau Sumatra maupun nasional,” kata Andiwiana, Jumat (30/7/2021).

Dilihat dari grafik peredaran uang palsu UPAL secara bulanan, peningkatan signifikan terjadi pada bulan Juni pascaperayaan Hari Raya Idulfitri sebanyak 669 lembar. Naik 106,48 persen dibandingkan peredaran UPAL di bulan Mei sebanyak 324 lembar.

“Pasca Hari Raya Idulfitri, kewaspadaan masyarakat terhadap peredaran uang palsu diharapkan tetap terjaga dengan menerapkan 3D, dilihat, diraba, diterawang,” kata Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumut Soekowardojo.

Sementara itu, per Juni 2021 BI KPw Sumut mencatat aliran uang kartal yang masuk ke BI melalui perbankan di Sumut adalah RP3,75 triliun. Sementara aliran uang keluar sebesar Rp2,21 triliun. Dengan demikian, tercatat net inflow sebesar Rp1,54 triliun.

“Aliran uang kartal ini sesuai dengan tren pasca Hari Raya Idulfitri di tahun-tahun sebelumnya,” pungkas Soeko.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia uang palsu sumut
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top