Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekspor Jus Pepaya Sumut ke Vietnam Meningkat

Jus pepaya tetap rutin diekspor ke Vietnam karena permintaan negara tersebut akan komoditas sub sektor hortikultura ini tidak pernah surut, malah meningkat dari nilai ekonomis.
Cristine Evifania Manik
Cristine Evifania Manik - Bisnis.com 09 Juni 2021  |  14:06 WIB
Jus pepaya di Balai Karantina Pertanian Belawan yang siap diekspor ke Vietnam. - Istimewa.
Jus pepaya di Balai Karantina Pertanian Belawan yang siap diekspor ke Vietnam. - Istimewa.

Bisnis.com, MEDAN - Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Belawan kembali memfasilitasi ekspor jus pepaya asal Sumatera Utara (Sumut) sebanyak 13,6 ton atau 716 kaleng dengan nilai ekonomis Rp280,4 juta menuju negara Vietnam pada Selasa (7/6/2021).

Berdasarkan data Karantina Pertanian Belawan, tercatat fasilitasi ekspor jus pepaya selama bulan Januari hingga Juni tahun 2021 mencapai nilai ekonomis Rp650,5 juta. Nilai ini meningkat dibandingkan tahun 2020 yang hanya berhasil dengan perolehan nilai ekonomis Rp455,7 juta.

"Kami telah pastikan jus papaya ini sehat setelah dilakukan berbagai tindakan karantina, sebagai penjaminan mutu komoditas ekspor yang akan diberangkatkan ke Vietnam," kata Kepala Karantina Pertanian Belawan, Andi Yusmanto saat menyerahkan surat kesehatan tumbuhan atau phytosanitary certificate (PC) kepada eksportir PT AS.

Menurut Yusmanto, jus pepaya tetap rutin diekspor ke Vietnam karena permintaan negara tersebut akan komoditas sub sektor hortikultura ini tidak pernah surut, malah meningkat dari nilai ekonomis.

Lebih lanjut Yusmanto menjelaskan, buah lokal yang berkualitas seperti pepaya, dan memiliki pasar ekspor harus didorong supaya mampu bersaing di pasar ekspor. Untuk itu perlu berbasis pengolahan untuk meningkatkan nilai ekonomisnya.

”Dengan adanya pabrik pengolahan buah pepaya akan menambah semangat baru bagi petani pepaya sebab hasil panennya dapat tertampung,” tambah Yusmanto.

Terpisah Kepala Badan Karantina Pertanian Bambang memberi apresiasi kepada petani papaya di Sumut yang turut serta mendukung Gerakan Tiga Kali (Gratieks) merupakan gagasan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, sehingga ekspor komoditas pertanian meningkat.

“Kami akan terus memacu ekspor pertanian agar dapat memberikan nilai lebih bagi petani pepaya dalam bentuk olahan," jelas Bambang.

Menurutnya, Kementan menaruh perhatian khusus untuk hilirisasi industri produk pertanian. Selain deregulasi aturan untuk mendorong iklim investasi yang dilakukan pemerintah, penyaluran pembiayaan usaha melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga terus digencarkan

“Dengan memanfaatkan fasilitas ini, produk lokal Sumut seperti pepaya yang sudah memiliki pasar ekspor akan memberi nilai tambah sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani,” tutup Bambang.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hortikultura sumut Olahan Pepaya
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top