Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perbankan Syariah Sumut Tumbuh Moncer di Tengah Pandemi

Per April 2021, kinerja bank syariah Sumut dari aset, DPK, dan pembiayaan tumbuh double digit.
Cristine Evifania Manik
Cristine Evifania Manik - Bisnis.com 08 Juni 2021  |  15:25 WIB
Ilustrasi bank syariah - Istimewa
Ilustrasi bank syariah - Istimewa

Bisnis.com, MEDAN - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 5 Sumatra Bagian Utara mencatat perbankan syariah di Sumatra Utara mengalami pertumbuhan signifikan di tengan pandemi Covid-19.

Per April 2021, aset perbankan syariah yang terdiri dari delapan bank umum syariah dan delapan unit usaha syariah mencapai Rp17,12 triliun dengan pertumbuhan 13,69 persen secara year on year (yoy).

Dana pihak ketiga (DPK) dan pembiayaan yang disalurkan (PYD) juga mencatatkan pertumbuhan yoy positif double digit yang melebihi pertumbuhan perbankan syariah nasional.

DPK bank syariah di Sumut tercatat bertumbuh 14,92 persen menjadi Rp16,48 triliun. Pertumbuhan ini lebih tinggi dari pertumbuhan nasional sebesar 14,16 persen.

Sementara, penyaluran pembiayaan bertumbuh 10,77 persen menjadi Rp13,28 triliun, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan nasional yang sebesar 7,85 persen. Jumlah rekening DPK mencapai 1.545.645 dan rekening pembiayaan mencapai 292.052.

"Jumlah rekening DPK dan PYD ini mengalami peningkatan yang stabil selama empat tahun terakhir," kata Deputi Direktur Manajemen Strategis, Edukasi dan Perlindungan Konsumen, dan Kemitraan Pemerintahan Daerah Kantor OJK Regional 5 Sumatra Bagian Utara Andi Muhammad Yusuf pada Selasa (8/6/2021).

Di sisi lain, market share aset syariah mencapai sebesar 5,98 persen dari total aset bank umum di Sumatra Utara. Sementara share DPK sebesar 6,13 persen dan PYD sebesar 6,15 persen.

Berbeda dengan aset dan DPK, market share PYD justru menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan Desember 2020 yang tercatat sebesar 5,92 persen dan stabil meningkat selama empar tahun terakhir

Fungsi intermediasi perbankan syariah juga menunjukkan peningkatan tercermin dari financing to deposit ratio (FDR) yang meningkat dari 77,90 persen pada Desember 2020 menjadi 80,60 persen pada April 2021.

Rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) tercatat sebesar sebesar 80,01 persen pada April 2021, membaik dibanding Desember 2020 sebesar 95,69 persen. Kata Andi, hal ini menunjukkan bahwa kinerja operasional perbankan umum Syariah semakin efisien.

“Pertumbuhan konsisten perbankan syariah di Sumatra Utara baik dari sisi aset, DPK, dan PYD sejalan dengan visi dalam Roadmap Pengembangan Perbankan Syariah Indonesia yaitu Mewujudkan perbankan syariah yang resilient, berdaya saing tinggi dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional dan pembangunan sosial,” pungkasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank syariah perbankan syariah OJK sumatra utara
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top