Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sumbar Lakukan Penanganan Darurat Atasi Banjir di Batang Tapan Pessel

Upaya yang dilakukan oleh masyarakat sudah beragam, dan belum lama ini masyarakat pun akhirnya menemui langsung Gubernur Sumbar Mahyeldi di rumah dinas di Kota Padang.
Noli Hendra
Noli Hendra - Bisnis.com 30 Mei 2021  |  20:12 WIB
Gubernur Sumbar Mahyeldi (tengah) meninjau kondisi daerah aliran sungai yang ada di Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, yang turut didampingi oleh sejumlah OPD dari Pemprov Sumbar - Istimewa
Gubernur Sumbar Mahyeldi (tengah) meninjau kondisi daerah aliran sungai yang ada di Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, yang turut didampingi oleh sejumlah OPD dari Pemprov Sumbar - Istimewa

Bisnis.com, PESISIR SELATAN - Menjadi kawasan langganan banjir di tiga nagari/desa di Kecamatan Ranah Ampek Nagari Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat, membuat masyarakat setempat hidup dikejar-kejar ancaman bencana alam.

Kondisi itu, bukanlah hal yang pertama kali terjadi di tahun 2021 ini, tapi daerah Kecamatan Ranah Ampek Nagari Tapan itu sudah menjadi daerah langganan banjir beberapa tahun terakhir ini.

Upaya yang dilakukan oleh masyarakat sudah beragam, dan belum lama ini masyarakat pun akhirnya menemui langsung Gubernur Sumbar Mahyeldi di rumah dinas di Kota Padang. Kesempatan itu pun dimanfaatkan sebaik mungkin oleh beberapa orang warga dari Tapan, untuk menyampaikan kondisi Tapan yang mengkhawatirkan akibat terendam banjir.

Gubernur pun langsung mengambil langkah penindakan, dia pun mendatangi langsung lokasi banjir di salah satu desa di Kecamatan Ranah Ampek Nagari Tapan tersebut.

Mahyeldi datang bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) termasuk itu Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air menjadi Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi, yang memiliki wewenang dengan permasalahan tersebut.

"Saya sudah melihat langsung kondisi di lapangan pada hari Sabtu (29/5) kemarin. Memang harus ada langkah cepat untuk mengatasi persoalan banjirnya. Kita dari Pemprov Sumbar akan mengambil langkah penanganan sementara," katanya, Minggu (30/5/2021).

Dia menjelaskan penanganan sementara yang dimaksud yakni akan melakukan pemasangan Bronjong dan Geobag sepanjang lebih kurang 300 meter guna menahan luapan air pada saat debit air besar.

"Jika hujan dari luapan Batang Tapan yang ketinggiannya mulai dari 0,5 meter hingga 2 meter lebih. Jadi harus segera dibangun Bronjong dan Geobag itu," tegasnya.

Alasan Pemprov Sumbar untuk mengambil langkah penanganan sementara, karena butuh proses untuk menyediakan anggaran untuk pembangunan secara utuh untuk mengatasi persoalan banjir tersebut.

Untuk itu, Mahyeldi berharap dapat terealisasi dengan cepat melalui tanggap darurat tersebut.

Kemudian untuk jangka panjang sudah diusulkan dukungan dana dari pusat, sekitar Rp1,2 triliun. Lalu di tahun 2022 nanti diusulkan ke pusat sebanyak Rp500 miliar.

"Untuk alokasi dana jangka pendek ini Pemprov Sumbar menganggarkan sebanyak Rp15 miliar secara bertahap membuat Geobag dan Kawat Bronjong nanti juga akan ditingkatkan," sebutnya.

Gubernur berharap dengan adanya upaya dan penanganan sementara itu, akan dapat membenahi mulai dari hulunya sampai ke hilirnya dengan panjangnya lebih kurang 3 meter.

Selain itu Mahyeldi juga menyebutkan tahap awal pengerjaan dilakukan Senin (31/5) besok. Menurutnya hal ini harus dilakukan pengerjaan dengan segera mengingat karena di desa itu, kalau setiap hujan turun sangat berisiko terjadi banjir.

Sementara itu Wakil Bupati Pesisir Selatan Rudi Hardiansyah juga mengatakan sejak terjadinya banjir pada Maret 2021 Pemkab Pesisir Selatan telah melakukan beberapa tindak-tindakan tanggap darurat diantaranya telah memberikan bantuan baik itu beras maupun sembako.

"Untuk bantuan beras yang sudah diberikan sebanyak 20 ton dan juga sembako untuk diberikan bagi warga yang terdampak. Kemudian dapur umum juga sudah, sebelum pelaksanaan penutupan tanggul, beberapa koordinasi sudah kita lakukan termasuk membuat sodetan," sebut Rudi.

Pembuatan sodetan itu dikatakan Rudi Hardiansyah adalah bertujuan membuat aliran air atau jalur belokan air, dibuat melalui dua buah alat berat eskavator dari PUPR kabupaten dan PSDA kabupaten.

"Dan ketika sodetan itu belum selesai banjir itu datang lagi sehingga sodetan itu tertutup lagi. Oleh karena itu, untuk penanganan selanjutnya memang kami butuh support bantuan dari Pemprov Sumbar, karena kami memiliki keterbatasan anggaran di kabupaten pesisir selatan," ujar Rudi.

Selain jebolnya tanggul batang air Tapan juga ada satu buah jembatan rusak akibat banjir, hal itu sudah kita dianggarkan dari APBD Kabupaten. "InsyaAllah Juli bisa kita laksanakan lagi dan akhir Juni ini sudah bisa dikerjakan," lanjutnya.

Terakhir ia juga menyebutkan telah melakukan beberapa tindakan pemerintah kabupaten pesisir selatan mengajukan usulan perbaikan baik itu dari PUPR pusat, Menko Maritim melalui DPR RI pusat saat ini sedang proses.

"Kalau normalisasi batang tapan tidak segera diatasi maka suatu saat nanti akan terjadi lagi seperti semula," harapnya. (k56).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumbar
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top