Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kontraksi Pertumbuhan Ekonomi Sumsel Menipis

Tren pertumbuhan ekonomi Sumatra Selatan diyakini dapat melaju positif meski pada kuartal I/2021 masih terkontraksi sebesar 0,41 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 05 Mei 2021  |  19:40 WIB
Ilustrasi. Aktivitas penambangan batu bara di Tambang Air Laya, Tanjung Enim, Sumatra Selatan, Minggu (3/3/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan
Ilustrasi. Aktivitas penambangan batu bara di Tambang Air Laya, Tanjung Enim, Sumatra Selatan, Minggu (3/3/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, PALEMBANG – Tren pertumbuhan ekonomi Sumatra Selatan diyakini dapat melaju positif meski pada kuartal I/2021 masih terkontraksi sebesar 0,41 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel Endang Tri Wahyuningsih mengatakan kontraksi pertumbuhan ekonomi tersebut sudah menunjukkan tren perbaikan dibandingkan periode sebelumnya. Bahkan, kontraksi tersebut lebih rendah jika dibandingkan nasional yang mengalami minus 0,74 persen.

“Sumsel sempat kontraksi 1,21 persen, angka kontraksi kuartal I/2021 ini sudah tipis. Kami juga memotret mobilitas penduduk di beberapa tempat sudah bergerak dengan baik meski belum normal,” jelasnya, Rabu (5/5/2021).

Endang mengatakan merujuk pada tren mobilitas tersebut tidak menutup kemungkinan pertumbuhan ekonomi akan berbalik positif pada kuartal berikutnya. Apalagi jika dibandingkan kuartal IV/2020 (q to q), pertumbuhan ekonomi pada kuartal I/2021 hanya terkontraksi 0,02 persen.

“Sektor-sektor dengan peranan besar, seperti industri, pertambangan, dan konstruksi sangat berpengaruh terhadap ekonomi Sumsel apabila sektor itu berubah,” katanya.

Menurut dia, sektor usaha jasa keuangan dan komunikasi telah melaju positif pada paruh pertama tahun 2021. 

Selain itu, Endang menambahkan, sektor pertanian juga mampu tumbuh positif pada periode tersebut.

“Baik secara q to q tumbuh sekitar 9% sementara secara y on y tumbuh 1,6 persen,” kata dia.

Sementara itu, dilihat kelompok pengeluaran, kontraksi masih terjadi di sektor konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah dan konsumsi pemerintah. Namun demikian, ekspor Sumsel tercatat tumbuh positif.

“Penyerapan APBN, APBD, maupun APBDesa masih rendah sehingga konsumsi pemerintah masih terkontraksi,” katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumsel
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top