Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bupati OKI Inisiasi Masjid Agung Sholihin Jadi Pusat Kajian Islam dan Wisata Religi

Pembangunan kawasan tersebut seiring rencana Pemkab OKI untuk menjadikan Masjid Agung Sholihin sebagai pusat kajian Islam dan wisata religi di daerah itu.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 03 Mei 2021  |  13:31 WIB
Rencana pengembangan kawasan Masjid Agung Sholigin Kayuagung, Kabupaten OKI.  - Istimewa
Rencana pengembangan kawasan Masjid Agung Sholigin Kayuagung, Kabupaten OKI. - Istimewa

Bisnis.com, PALEMBANG -- Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir melakukan pengembangan Kawasan Masjid Agung Sholihin pada tahun ini. 

Pembangunan kawasan tersebut seiring rencana Pemkab OKI untuk menjadikan Masjid Agung Sholihin sebagai pusat kajian Islam dan wisata religi di daerah itu.

Bupati Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Iskandar mengatakan pihaknya meyakini kawasan itu akan meningkatkan geliat keagamaan serta wisata, khususnya di bidang religi.

“Pengembangannya dilakukan dalam dua tahap. Untuk tahun ini berupa pembangunan ruang pertemuan, perbaikan menara, penggantian lantai masjid serta beberapa penambahan ruang,” ujarnya, Senin (3/5/2021).

Sementara pada tahapan kedua, pada tahun 2022, dilakukan pengembangan sekitaran masjid dan pagar keliling.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Pemukiman (PRKP) OKI Asmar Wijaya mengatakan pengembangan kawasan masjid merupakan inisiasi bupati OKI untuk mewujudkan OKI lebih Maju, Mandiri dan Sejahtera (Mandira) yang berlandaskan iman dan takwa. 

Ketua Masjid Agung Sholihin Kayuagung Antonius Leonardo mengatakan kawasan Masjid Agung di pinggiran Sungai Komering itu memiliki unsur historis dan religi. Pengelolaannya dapat tetap pada fungsi utamanya sebagai pusat dakwah dan studi agama Islam. 

“Masjid Agung Sholihin milik umat dan juga merupakan aset Pemda OKI, layak untuk dikembangkan jadi pusat wisata religi untuk membangun perekonomian masyarakat sekitar,” katanya.

Anton menerangkan geliat kegamaan dan aktivitas sosial di masjid milik pemda itu terus berkembang. Salah satunya untuk pendidikan anak-anak melalui TPA, penghapal Alquran, kajian keislaman hingga pembinaan ekonomi kemasyarakatan. 

“Masjid bukan hanya pusat beribadah tapi manfaatnya juga bagi warga sekitar,” katanya.

Menurut dia, dana yang dikelola Masjid Agung Sholihin mencapai Rp1 miliar per tahun.

Dana tersebut diperoleh dari zakat, infak, sedekah dan arisan kurban jemaah masjid tersebut, dan tidak mengendap dir ekening masjid namun dimanfaatkan bagi warga yang berhak. 

“Dana dari infaq dan sedekah itu dikelola dengan manajemen yang baik seperti bantuan yatim piatu, umrah gratis, sisanya untuk operasional masjid,” ujarnya.

Pada masa pandemi Covid-19, kata dia, masjid menyalurkan bantuan bagi anak yatim di Kecamatan Kota Kayuagung. 

“Ada ratusan anak yatim yang jadi anak asuh Masjid. Kita bantu Rp500.000 per bulan selama tiga bulan, untuk meringankan beban mereka pada masa pandemi,” terangnya. 

Pihaknya pun mengapresiasi Pemkab OKI yang secara intens membantu Masjid Agung Sholihin serta membangun pengembangan Kawasan Masjid Agung Sholihin. 

Pembangunan dan penataan Kawasan Masjid Agung Sholihin, tambah Anton, akan meningkatkan fungsi masjid. 

Selain memberikan keamanan dan kenyamanan, pengembangan ini renacananya juga difungsikan sebagai lokasi wisata religi, melalui pembangunan sejumlah fasilitas penunjang, seperti areal manasik haji, fasilitas Pendidikan, potong hewan kurban, hingga pusat kajian keagamaan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumsel
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top