Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mudik Dilarang, Pemprov Sumbar Berharap pada Kunjungan Wisatawan Lokal

Pemerintah Provinsi Sumatra Barat secara tegas menyatakan bahwa mengikuti anjuran pemerintah terkait larangan mudik pada Idulfitri 1442 Hijriah seperti yang tertuang dalam Surat Edaran No/13/2021 melalui Satgas Covid-19.
Noli Hendra
Noli Hendra - Bisnis.com 29 April 2021  |  11:17 WIB
Polisi melakukan penyekatan kendaraan. - Antara
Polisi melakukan penyekatan kendaraan. - Antara

Bisnis.com, PADANG - Pemerintah Provinsi Sumatra Barat secara tegas menyatakan bahwa mengikuti anjuran pemerintah terkait larangan mudik pada Idulfitri 1442 Hijriah seperti yang tertuang dalam Surat Edaran No/13/2021 melalui Satgas Covid-19.

Mengikuti anjuran dimaksud, seperti turut melakukan penyekatan dari daerah perbatasan di Sumbar, seperti untuk jalur darat Sumbar - Riau, Sumbar - Sumut, Sumbar - Jambi, dan Sumbar - Bengkulu. Serta turut memantau pergerakan penumpang di Bandara Internasional Minangkabau.

Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy mengatakan banyak perkiraan bahwa tahun ini ada harapan ekonomi kembali membaik setelah dilaksanakan vaksinasi. Namun nyatanya, di dalam bulan Ramadan ini, kasus Covid-19 mengalami peningkatan yang cukup mengkhawatirkan.

"Hal ini yang mendasari pemerintah untuk melarang mudik lebaran nanti, agar tidak terjadi klaster keluarga yang pulang dari rantau," katanya, Kamis (29/4/2021).

Kendati kebijakan itu berat diambil mengingat tahun 2020 lalu juga tidak diperbolehkannya mudik lebaran, namun dengan cara ini diharapkan penyebaran Covid-19 dapat dikendalikan.

Audy pun mengaku tidak hanya para keluarga yang di kampung halaman saja yang berharap bahwa lebaran tahun ini bisa berkumpul bersama di rumah. Tapi para pelaku usaha di sektor pariwisata pun menaruh harapan yang besar pada momen lebaran 2021 ini, bila pemerintah tidak melarang mudik.

"Kita sudah memperkirakan bakalan ramai Sumbar ini pada momen lebaran, tempat wisata bakal ramai juga, karena sudah hampir dua tahun tidak berlebaran. Tapi, semuanya perkiraan itu, jauh dari harapan," sebutnya.

Meski lebaran tahun ini tidak adanya mudik, sehingga harapan terhadap roda ekonomi di sektor pariwisata pun jadi goyah. Pemprov Sumbar menyatakan mudik lokal masih tetap bisa dilakukan.

Berbeda pada tahun lalu, dimana larangan mudik atas dasar ditetapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dimana masing-masing daerah di Sumbar itu melakukan penyekatan, sehingga perjalan antara kabupaten dan kota pun jadi terbatas.

Sementara pada larangan mudik yang tertuang pada SE No.13/2021 itu, mudik lokal masih bisa dilakukan. Seperti di Sumbar, pemudik dari Kota Padang, bisa melakukan pulang perjalan ke kabupaten dan kota lainnya yakni Padang - Pesisir Selatan, Padang - Solok, Padang - Bukittinggi, serta antara daerah lainnya.

Dengan adanya mudik lokal ini, Audy berharap agar pada momen lebaran nanti, terjadinya pergerakan wisatawan. Namun untuk hal ini, tergantung pula dengan kebijakan oleh masing-masing bupati dan wali kota, apakah akah membuka tempat wisata, atau malah ditutup.

"Kalau mau jalan-jalan masih di dalam daerah Sumbar boleh, dan yang tidak boleh itu keluar dari Sumbar, serta yang hendak masuk ke Sumbar," ujarnya.

Audy juga menyatakan bahwa harapan yang disandarkan pada wisatawan lokal juga telah diberi sinyal oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno yang melakukan kunjungan ke Sumbar beberapa waktu lalu.

Ketika itu, Menparekraf menyebutkan bahwa boleh saja ada aktivitas wisatawan lokal pada lebaran nanti, asalkan pihak pengelola wisata benar-benar komitmen untuk menerapkan protokol kesehatan.

Selain itu perlu juga untuk menerapkan CHSE (clean, healthy, safety, environmentally, friendly). Artinya dengan adanya CHSE, dapat untuk memberikan jaminan kepada wisatawan terhadap pelaksanaan kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan, seiring adanya pandemi Covid-19.

"Jadi kita lihat kebijakan bupati dan wali kota nya, langkah apa yang akan diambil. Mau tetap buka objek wisata, atau malah ditutup," ujar Audy.

Wagub melihat kendati pada lebaran tahun 2021 ini daerah bergantung pada wisatawan lokal, secara nilai perputaran uang, tentu tidak sebanyak bila perantau yang pulang ke kampung halaman.

Namun Audy berharap menyikapi kondisi pandemi saat ini dimana daerah Sumbar juga berada pada peringkat 4 secara nasional soal peningkatan kasus Covid-19, hal yang terpenting saat ini adalah untuk keselamatan masyarakat, agar tidak terpapar Covid-19.

"Silahkan jika ingin berlibur pada lebaran nanti asalkan masih di Sumbar. Tapi jangan abaikan protokol kesehatan," harap Wagub. (k56)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumbar
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top