Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BP Batam dan Lion Air Teken Adendum Sewa Lahan MRO Batam Aero Technic

Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Lion Air melakukan penandatanganan adendum perjanjian kerja sama pengelolaan lahan MRO Batam Aero Technic di Marketing Centre BP Batam, Batam Centre, Rabu (14/4/2021).
Bobi Bani
Bobi Bani - Bisnis.com 14 April 2021  |  21:06 WIB
Penandatanganan adendum perjanjian kerja sama pengelolaan lahan MRO Batam Aero Technic oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Lion Air pada Rabu (14/4/2021) - Istimewa
Penandatanganan adendum perjanjian kerja sama pengelolaan lahan MRO Batam Aero Technic oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Lion Air pada Rabu (14/4/2021) - Istimewa

Bisnis.com, BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Lion Air melakukan penandatanganan adendum perjanjian kerja sama pengelolaan lahan MRO Batam Aero Technic di Marketing Centre BP Batam, Batam Centre, Rabu (14/4/2021).

Naskah adendum antara BP Batam dan Lion Air terkait dengan Sewa Lahan MRO Batam Aero Technic ditandatangani oleh Anggota Bidang Pengusahaan Syahril Japarin, dan Direktur Utama Batam Aero Technic (BAT) I Nyoman Rai Pering yang disaksikan langsung oleh Wakil Kepala BP Batam Purwiyanto dan Presiden Direktur (CEO) Lion Group Edward Sirait.

Dengan adanya adendum perjanjian ini, diharapkan dapat memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak, utamanya dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi bagi Kota Batam.

Anggota Bidang Pengusahaan Syahril Japarin mengatakan adendum perjanjian ini sebagai salah satu bentuk dukungan BP Batam dalam memberikan kepastian berinvestasi. Sesuai amanat dari Pemerintah Pusat sebagai pengelola Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas dan investasi, sangat memahami apa kebutuhan dari dunia usaha.

"Selagi kebutuhan tersebut bisa diakomodir dan tidak bertentangan dengan hukum akan kami berikan atau penuhi kebutuhan tersebut, tidak lain agar investasi di Batam terus meningkat dan tetap menjaga keberlangsungan industri eksisting di Batam,” kata Syahril.

Direktur Lion Group Edward Sirait mengatakan penandatanganan adendum ini adalah salah satu langkah untuk meningkatkan kemudahan dalam bernegosiasi dengan mitra Lion Group di luar negeri yang juga bergerak untuk layanan Maintenance, Repair and Overhaul (MRO).

Salah satu yang mereka (mitra) minta ialah landasan atau legalitas yang menyangkut keberadaan kami di Batam, seperti status lahan dan kepastian hukum yang lebih meyakinkan,” kata Edward Sirait.

MRO Lion Lion Group yang terletak di kawasan Bandara Internasional Hang Nadim Batam, memang tengah berbenah menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). KEK Batam Aero Technic (BAT) diyakini akan menghemat devisa negara hingga 65-70 persen dari kebutuhan MRO Maskapai penerbangan nasional senilai Rp26 triliun per tahun yang selama ini mengalir ke luar negeri.

Dari masa konstruksi hingga operasional diestimasikan KEK BAT akan memperkerjakan 9.976 tenaga kerja, KEK BAT dalam jangka menengah diharapkan mampu menangkap peluang dari pasar Asia Pasifik yang memiliki sekitar 12.000 unit pesawat dan nilai bisnis sebesar US$100 miliar pada tahun 2025.

Turut hadir dalam acara penandatanganan, Wakil Kepala BP Batam Purwiyanto; Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam Wahjoe Triwidijo Koentjoro; Direktur Badan Usaha Bandara dan Teknologi Informasi dan Komunikasi Amran; Kepala Pusat Pengembangan KPBPBB Dan KEK Endry Abzan; Kepala Biro Hukum Mochammad Nasrun; dan Kepala Biro Umum Budi Susilo.(K41)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batam
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top