Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bandrek Jahe Merah Produksi UMKM Binjai Diminati Turis Jerman

Bandrek jahe merah instan WD Anugrah milik pelaku usaha kecil mikro menengah (UMKM) di Kota Binjai, Sumatra Utara (Sumut) jadi oleh-oleh yang diminati turis mancanegara.
Cristine Evifania Manik
Cristine Evifania Manik - Bisnis.com 31 Maret 2021  |  20:59 WIB
Pemilik Bandrek WD Anugrah Sri Handayani berfoto dengan bubuk bandrek produksinya
Pemilik Bandrek WD Anugrah Sri Handayani berfoto dengan bubuk bandrek produksinya

Bisnis.com, MEDAN - Bandrek jahe merah instan WD Anugrah milik pelaku usaha kecil mikro menengah (UMKM) di Kota Binjai, Sumatra Utara (Sumut) jadi oleh-oleh yang diminati turis mancanegara.

Pemilik bandrek jahe merah WD Anugrah Sri Handayani mengatakan turis asal Jerman yang berwisata di Bukit Lawang, Kabupaten Langkat, biasanya membeli tiga kilogram bubuk bandrek per orang.

“Sebelum Covid-19, banyak turis Bukit Lawang yang datang dari Jerman ke sini. Ada yg beli serbuk bandrek hingga tiga kg satu orang,” kata Nur Handayani, Rabu 31/3/2021.

Selain itu, tamu dari Konsulat Jenderal Singapura Medan juga kerap membeli bandrek yang diproduksi Sri untuk dijadikan oleh-oleh.

Tak hanya jadi oleh-oleh, bandrek WD Anugrah pun dipaskok di beberapa ritel modern di Kota Binjai dan Kota Medan, seperti 212 Mart Binjai, Asia King Swalayan, dan PLUT KUMKM Sumut.

Covid-19 cukup berdampak untuk usaha Sri. Katanya, sebelum covid-19 bandrek WD Anugrah bisa memproduksi 300 kilogram bubuk bandrek instan dalam sebulan. Saat ini produksi bubuk bandrek Sri hanya berkisar 50 kilogram.

“Satu wajan menghasilkan 15 kg serbuk bandrek. Dari 15 kg itu bisa menghasilkan 75 kotak. Dulu bisa hampir 75 kg seminggu. Per bulan 300 kg. Setelah Covid anjlok kali,” ungkap Sri.

Seperti diketahu, kunjungan wisata mancanegara ke Indonesia masih ditutup. Hal itu menjadi faktor turunnya penjualan bandrek milik Sri.
Beberapa kali Sri mendapat bantuan dari pemerintah dan korporasi. Sejak tahun 2020, Sri bergabung menjadi pelaku UMKM mitra binaan PT Perkebunan Nasional (PTPN) IV. Perseroan memberi kepercayaan dan meminjamkan Sri modal RP100 juta.

Pinjaman dari PTPN IV digunakannya untuk menambah modal dan menambah alat-alat produksi. Kedepannya, ia ingin Bandrek Jahe Merah WD Anugrah bisa diekspor ke luar negeri.

Adapun, Kepala Bagian Sekretaris Perusahaan PTPN IV Riza Fahlevi Naim mengatakan dari 478 mitra binaan PTPN IV yang bergabung dalam Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL), bandrek jahe merah WD Anugrah adalah salah satu UMKM yang tumbuh positif.

“Iya ini salah satu umkm yang kita monitor tumbuh baik. Pembayaran pinjaman pun lancar terus,” kata Riza, Rabu 31/3/2021.

Pekan depan, Sri dan 14 UMKM lainnya akan dibina untuk memasarkan penjualan secara online lewat pelatihan digital marketing.

Berdasarkan data PTPN IV, sejak tahun 2018 ada 478 UMKM yang menjadi mitra binaan perseroan dengan nilai pinjaman sekitar RP33,5 miliar dengan bunga pinjaman lunak sebesar 3 persen.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ptpn iv
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top