Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Peningkatan Produksi Jagung, Sumbar Pasang Target Konservatif

Cukup banyak perkebunan jagung di Sumbar yang lahannya itu dulunya adalah sawah tadah hujan dan kini berubah menjadi sawah irigasi teknis.
Perkebunan jagung yang ada di daerah Air Dingin, Balai Gadang, Koto Tangah, Padang, Sumatra Barat, di daerah itu terdapat perkebunan jagung yang cukup luas./Bisnis-Noli Hendra
Perkebunan jagung yang ada di daerah Air Dingin, Balai Gadang, Koto Tangah, Padang, Sumatra Barat, di daerah itu terdapat perkebunan jagung yang cukup luas./Bisnis-Noli Hendra

Bisnis.com, PADANG - Produksi jagung di Provinsi Sumatra Barat pada tahun 2020 sebanyak 935.716 ton atau kurang 59.465 ton dari target produksi yang mencapai 995.201 ton.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sumbar Syafrizal mengatakan melihat realisasi dari target produksi yang hanya 94,02 persen, maka untuk tahun 2021 target produksi jagung di Sumbar tidak jauh berbeda dengan tahun 2020.

"Memang untuk jagung kita tidak mencapai target. Karena ada lahan sawah yang digunakan sebelumnya untuk bertanam jagung, ternyata di tahun 2020 sawah itu sudah bisa dialiri air, sehingga petani kembali menanam padi," katanya kepada Bisnis di Padang, Minggu (24/1/2021).

Diakuinya bahwa cukup banyak perkebunan jagung di Sumbar yang lahannya itu dulunya adalah sawah tadah hujan. Dari pada membiarkan sawah ditumbuhi ilalang, maka petani pun memilih untuk bertanam jagung.

Tapi di tahun 2020 ini, ternyata ada sawah tadah hujan untuk tidak lagi ditanami jagung, melainkan kembali bertanam padi. Sebab ada beberapa daerah yang berhasil membuat irigasi, sehingga sawah yang tadi tadah hujan, kini sudah punya irigasi yang bagus.

"Di satu sisi kita senang, sawah yang dulu kering, kini sudah dialiri air, dan tidak lagi mengharapkan hujan. Artinya produksi padi di Sumbar bisa digenjot. Tapi di sisi lain, dampaknya itu produksi jagung jadi lebih sedikit," ujarnya.

Padahal kebutuhan jagung di Sumbar cukup besar yakni sebesar 1,2 juta ton per tahunnya. Kini dengan adanya produksi jagung yang tidak sampai 1,2 juta ton, membuat Sumbar minus 200.000 ton lebih per tahunnya.

Diakuinya bahwa selama ini produksi jagung di Sumbar tak sampai 1 juta ton per tahunnya. Kendati kebutuhan jagung di Sumbar tidak mencukupi dari produksi yang ada, namun dari Pemprov Sumbar akan lebih serius untuk menggerakan pengelolaan lahan tidur pada tahun 2021 ini.

Lahan tidur di Sumbar kini mencapai 200.000 hektare dan berpotensi dikelola khususnya untuk tanaman jagung.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Noli Hendra
Editor : Miftahul Ulum

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper