Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Masuk ke Wilayah Sumut Wajib Rapid Test Antigen

Gubernur Sumatra Edy Rahmayadi mengeluarkan surat edaran yang mewajibkan seluruh pelaku perjalanan dalam negeri yang masuk ke wilayah Provinsi Sumatra Utara wajib menunjukkan hasil PCR atau rapid test antigen (RDT-ag) sejak Senin (21/12/2020) hingga Senin (4/12/2020) mendatang.
Cristine Evifania Manik
Cristine Evifania Manik - Bisnis.com 29 Desember 2020  |  15:57 WIB
Masuk ke Wilayah Sumut Wajib Rapid Test Antigen
Warga menjalani tes cepat (rapid test) antigen Covid-19 - Antara
Bagikan

Bisnis.com, MEDAN - Gubernur Sumatra Edy Rahmayadi mengeluarkan surat edaran yang mewajibkan seluruh pelaku perjalanan dalam negeri yang masuk ke wilayah Provinsi Sumatra Utara wajib menunjukkan hasil PCR atau rapid test antigen (RDT-ag) sejak Senin (21/12/2020) hingga Senin (4/12/2020) mendatang.

Menurut Edy, seluruh pintu masuk lewat bandara di Sumut terpantau menjalankan instruksi dengan baik. Namun, pintu masuk lewat jalur darat dan laut sampai saat ini masih belum terpantau penerapannya.

"Tapi yang belum bisa saya pantau adalah kapal dan darat. Yang baru bisa saya pantau adalah pesawat," kata Edy, Selasa (29/12/2020).

Menurutnya, hal ini karena pintu masuk di Sumut cukup banyak, sementara jumlah petugas di tiap pintu masuk terbatas. Instruksi yang mewajibkan pelaku perjalanan menunjukkan surat hasil rapid test antigen ini, juga menyebabkan tanggung jawab petugas menjadi lebih berat dari biasanya.

Menanggapi instruksi Pemerintah Pusat yang melarang warga negara asing (WNA) masuk ke Indonesia sejak 1 Januari 2021 mendatang, Edy mengatakan sudah memberikan perintah kepada Satgas Covid-19 untuk siaga. Surat instruksi dari Gubernur selaku Kepala Satgas Covid-19 Sumut pun akan segera keluar.

Sementara itu, kuota vaksin Covid-19 untuk Sumut hingga saat ini belum diketahui besarannya. Edy menjelaskan sembari menunggu vaksin, Sumut akan terus mengejar ketertinggalan jumlah spesimen yang diuji swab di Sumut.

"Kita berharap sampai 2.100 (spesimen) hasil Swab dengan 27 Laboratorium per hari. Tuntutan WHO 2.100 (spesimen). Tapi kita hanya mampu 1.600 (spesimen)," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumut
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top