Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Langkah BI Sumsel Percepat Digitalisasi UMKM di Tengah Pandemi

UMKM merupakan satu dari sekian banyak sektor usaha yang dihantam pandemi Covid-19. Pemerintah dan banyak pihak pun bahu-membahu menyelamatkan sektor usaha yang diharapkan menjadi tulang punggung perekonomian daerah dan nasional tersebut.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 30 November 2020  |  13:59 WIB
Pedagang menyusun mainan / Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pedagang menyusun mainan / Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, PALEMBANG – UMKM merupakan satu dari sekian banyak sektor usaha yang dihantam pandemi Covid-19. Pemerintah dan banyak pihak pun bahu-membahu menyelamatkan sektor usaha yang diharapkan menjadi tulang punggung perekonomian daerah dan nasional tersebut.

Tak terkecuali di Sumatra Selatan, dukungan agar UMKM bangkit terus mengalir dari sana-sini. Amunisi yang seringkali didengungkan oleh para pendukung sektor usaha ini hampir seragam, yakni digitalisasi.

Apalagi salah satu syarat dalam protokol kesehatan untuk memutus mata rantai Covid-19 adalah jaga jarak. Perubahan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari mendorong masyarkat memanfaatkan teknologi digital, tak terkecual dalam transaksi kegiatan ekonomi.

Bank Indonesia Perwakilan Sumsel, misalnya Bank sentral menilai UMKM perlu memiliki kemampuan digital sehingga dapat bersaing dan memenuhi permintaan pasar selama masa pandemi Covid-19.

“Oleh karena itu kami terus mendukung peningkatan UMKM digital dengan melakukan langkah-langkah percepatan,” kata Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumsel Hari Widodo baru-baru ini.

Dia menuturkan, merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, lebih dari separu atau 72,6 persen UMKM di provinsi itu terdampak Covid-19. Mayoritas mereka mengalami penurunan omset.

“Beberapa kesulitan atau kendala yang dihadapi hampir sama, yakni penurunan penjualan, kesulitan modal, distribusi terhambat, dan kesulitan bahan baku,” kata dia.

Hari mengatakan untuk mempercepat gerak UMKM bertranformasi ke arah digital, maka bank sentral mengawalinya dengan melakukan peningkatan kapasitas UMKM.

Bahkan tak tanggung, BI Sumsel pun menggelar pameran UMKM yang dapat diakses pelaku usaha dan masyarakat secara virtual. 

“Program yang baru saja kami gelar adalah SerU Sriwijaya 2020 di mana ini dukungan nyata BI untuk memajukan UMKM secara digital. Di sana ada pelatihan dan peningkatan kapasitas UMKM dan terpenting pameran produk secara digital melalui website www.serusriwijaya.com,” katanya.

Di samping, BI juga concern mendorong UMKM untuk memanfaatkan pembayaran digital dan penjualan. Utamanya adalah penggunaan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS).

QRIS Kanal Pembayaran Tepat di Tengah Pandemi

Pada tahun 2019 Bank Indonesia telah meluncurkan salah satu alternatif kanal pembayaran yang mendukung gerakan nontunai yang disebut QRIS. 

Di tengah gelombang pandemi, QRIS pun dinilai menjadi kanal efektif bagi transaksi ekonomi yang juga sesuai dengan protokol kesehatan. 

Hari mengatakan transaksi nontunai dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19, lantaran antara penjual dan pembeli dapat menjaga jarak dan mengurangi sentuhan fisik jika dibandingkan transaksi tunai.

“QRIS  ini juga cocok untuk UMKM karena tidak butuh investasi yang lebih dibandingkan kanal pembayaran lainnya, seperti mesin EDC. Cukup stiker saja,” katanya.

Sejak diberlakukannya QRIS, jumlah merchant yang mengimplementasikan QRIS semakin bertambah. Jumlah merchant QRIS tercatat mencapai lebih dari 156.000 di Sumsel, di mana mayoritas 96% adalah UMKM. Angka tersebut menempati posisi ke-7 secara nasional dan menjadi kedua tertinggi di Sumatra setelah Sumatra Utara. 

“Sebaran merchant QRIS masih didominasi di Kota Palembang dengan persentase 62% sejalan dengan banyaknya fasilitas umum yang telah melayani penggunaan QRIS seperti pedagang/pasar, rumah sakit, tempat ibadah, dan SPBU, juga UMKM,” jelas Hari.

Sementara itu, Kepala Grup DPSP-Bank Indonesia, Rahmat Hernowo, mengatakan pandemi Covid-19 telah mengubah perilaku masyarakat di Indonesia dalam bertransaksi. Tak terkecuali di Sumsel.

“Dari survey kami terdapat 51% masyarakat yang baru pertama kali belanja online karena pandemi Covid-19,” katanya.

Selain itu, dia memaparkan secara nasional, 56% konsumen lebih memilih melakukan pembayaran nontunai.

Ekonom Senior DKSP-Bank Indonesia, Ronggo Gundala, mengatakan digitalisasi UMKM dapat dimulai dari digitalisasi pada sisi pembayaran.

“Ketika pelaku UMKM berjualan secara online lewat e-Commerce, Conversational Commerce maupun ofllinesekalipun, pelaku sebetulnya sudah dapat menerapkan pembayaran digital. Salah satunya lewat QRIS,” jelasnya. 

Ronggo mengemukakan bank sentral sebetulnya telah membuat kebijakan sistem pembayaran untuk memastikan kegiatan ekonomi tetap berjalan selama masa pandemi.

Salah satunya termasuk memperkuat ekosistem eknomi dan keuangan digital, serta mendorong inovasi bisnis model QRIS untuk UMKM.

Sebelumnya, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumsel Musiawati mengatakan untuk transformasi tersebut pelaku UMKM diharapkan tak hanya mengandalkan pemerintah tetapi meningkatkan kapasitas diri.

“Ubah mindset dari offline ke online dulu, bisa dimulai dengan berjualan di platform online agar UMKM dapat bertransformasi digital,” katanya.

Menurut dia, digitalisasi memang menjadi tantangan besar bagi para pelaku UMKM agar siap menghadapi peradaban baru. Oleh karena itu, inovasi serta kemampuan menangkap peluang usaha potensial harus terus diasah.

Lewat dukungan penerapan digital bagi UMKM, mulai dari pemasaran, penyerapan produk hingga pemanfaatan digital payment, bukan tak mungkin sektor ini mampu menjadi backbone perekonomian Sumsel yang dapat membawa provinsi itu bangkit dari dampak pandemi Covid-19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumsel
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top