Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Realisasi Investasi Pekanbaru Naik 285 Persen

Pada periode Januari hingga September 2019, realisasi investasi Pekanbaru sebesar Rp1,258 triliun.
Eko Permadi
Eko Permadi - Bisnis.com 24 November 2020  |  04:54 WIB
Gubernur Riau Syamsuar, Wawako Pekanbaru Ayat Cahyadi dan pemangku kepentingan berfoto bersama usai Groundbreaking SPAM Lintas Pekanbaru - Kampar di Hotel Pangeran, Kamis (19/11/2020). - Bisnis/Eko Permadi.
Gubernur Riau Syamsuar, Wawako Pekanbaru Ayat Cahyadi dan pemangku kepentingan berfoto bersama usai Groundbreaking SPAM Lintas Pekanbaru - Kampar di Hotel Pangeran, Kamis (19/11/2020). - Bisnis/Eko Permadi.

Bisnis.com, PEKANBARU — Realisasi investasi Kota Pekanbaru periode Januari hingga September 2020 meningkat 285 persen dibanding tahun lalu. Total investasi yang masuk ke Kota Madani itu sebesar Rp3,59 triliun.

Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Pekanbaru Fajri Rudi Misdian mengatakan jika dibandingkan tahun 2019 pada periode yang sama, realisasi investasi tahun ini meningkat tajam.

Pada periode Januari hingga September 2019, realisasi investasi Pekanbaru sebesar Rp1,258 triliun. Sementara pada tahun ini meningkat 285 persen menjadi Rp3,59 triliun.

“Capaian Rp3,594 triliun itu sudah berkisar 87,5 persen dari total target yang diberikan BKPM RI dan Pemerintah Provinsi Riau senilai Rp4 triliun di 2020 ini,” kata Rudi, dikutip Senin (23/11/2020).

Investasi yang masuk berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp2,448 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) Rp1,146 triliun. Investor PMA berasal dari negara Singapura, Hongkong, Republik Rakyat Tiongkok, British Virgin Island, Inggris dan Amerika Serikat.

Rudi melanjutkan, jumlah proyek PMDN sebanyak 826 proyek. Diantaranya sektor hotel dan restoran, industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, presisi, optik dan jam, industri kertas, percetakan, industri makanan dan jasa.

Kemudian sektor kehutanan, konstruksi, listrik, gas dan air, perdagangan dan reparasi, pertambangan, perumahan, kawasan industri dan perkantoran, tanaman pangan, perkebunan dan peternakan, transportasi, gudang dan telekomunikasi.

Sementara ada 111 proyek PMA terdiri dari sektor hotel dan restoran, jasa lainnya, listrik, gas dan air, perdagangan dan reparasi, serta perkantoran.

Berdasarkan Buku Peluang Potensi dan Investasi Kota Pekanbaru Tahun 2020, menyebutkan ada tiga modal utama yang dimiliki Pekanbaru sebagai pusat investasi.

Pertama, wilayah yang cukup luas sebesar 632,26 km2 setara dengan luas Singapura dan daratan Jakarta. Kedua, lokasi strategis terletak di tengah Provinsi Riau dan berhadapan langsung dengan negara Asean. Hal ini menjadi pintu gerbang perdagangan internasional. Ketiga, pertumbuhan penduduk mencapai 4,5 persen per tahun dengan jumlah 1,1 sampai 1,4 juta jiwa. (K42)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi riau
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top