Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pejuang Ekonomi di Tengah Pandemi, IKM Pandai Besi Didukung PTPN V

PTPN V membantu aktivitas pengrajin pandai besi di Kampar, Riau. Langkah itu merupakan bentuk meneruskan perjuangan para pahlawan.
Eko Permadi
Eko Permadi - Bisnis.com 11 November 2020  |  03:48 WIB
Abbas, pelopor IKM Pandai Besi Rumbio Jaya Steel yang dirangkul PTPN V untuk pengadaan alat-alat panen perusahaan. IKM RJS mendapatkan kontrak pengadaan alat-alat panen senilai Rp1,6 miliar dan mendorong ekonomi warga setempat tetap bertahan pada masa pandemi. - PTPN V
Abbas, pelopor IKM Pandai Besi Rumbio Jaya Steel yang dirangkul PTPN V untuk pengadaan alat-alat panen perusahaan. IKM RJS mendapatkan kontrak pengadaan alat-alat panen senilai Rp1,6 miliar dan mendorong ekonomi warga setempat tetap bertahan pada masa pandemi. - PTPN V

Bisnis.com, PEKANBARU – Sosok pejuang ekonomi di tengah pandemi, bisa ditemukan di bibir Sungai Kampar, Desa Teratak, Kecamatan Rumbio Jaya, Kampar, Riau.

Abbas layak disebut sebagai pahlawan karena dedikasi dan semangatnya menularkan ilmu pandai besi di kampung itu. PT Perkebunan Nusantara V juga turut menyulut api pandai besi agar tetap mengepul hingga kini.

Abbas bekerja sebagai pandai besi di Rumbio Jaya Steel (RJS), kelompok industri kecil menengah (IKM) yang khusus memproduksi alat-alat pertanian, terutama perkebunan sawit.

“Alhamdulillah ekonomi di kampung kami ini masih terus berjalan dengan baik meski saat ini tengah pandemi," kata Abbas.

Meski berusia senja, Abbas tak mengeluh dengan pekerjaannya yang menguras tenaga. Dia justru bersyukur usaha pandai besi yang berjalan puluhan tahun dan diwariskan turun temurun masih berjalan di tengah pandemi Covid-19. Bahkan berkat kerja keras dia dan ratusan pandai besi lainnya, ekonomi kampung yang mayoritas mengandalkan dari tukang pukul baja itu terus terjaga.

Abbas berusia 77 tahun menjabat kepala tukang, menjadi pandai besi paling senior di kampung yang dihuni 250 pandai besi.

Ketua Produksi IKM RJS, Syarial, mengatakan usaha pandai besi sejatinya ada sejak 60 tahun lalu. Meski telah lama berdiri, baru setahun terakhir dibentuk kelompok IKM. Sebelumnya para pandai besi hanya beraksi di masing-masing rumah mereka. Hingga akhirnya, kampung itu dijuluki Kampung Pandai Besi.

"Ada tiga desa yang mayoritas masyarakatnya menjadi pandai besi. Selain Teratak, ada Simpang Petai dan Pulau Payung, semua di Kecamatan Rumbio Jaya," paparnya.

Selama ini, mereka memasarkan sendiri produk hasil pandai besinya. Bahkan, mereka pernah mengirim hingga ke Kalimantan, Aceh, dan beberapa provinsi lainnya di Sumatra. Namun, jumlah pesanan tersebut tak menentu.

Namun pada awal 2020, IKM RJS dilirik PT Perkebunan Nusantara V. Perusahaan milik negara yang bergerak di bidang agroindustri perkebunan sawit dan karet dengan luas areal mencapai 78.000 hektare tersebut sepakat membeli alat-alat panen sawit dan karet senilai lebih dari Rp1,6 miliar.

Kesepakatan ditandai kontrak pertama yang dilaksanakan pada Februari 2020, atau sebulan sebelum pandemi corona. Kontrak pertama itu menjadi titik balik IKM RJS, terus berkembang saat sebagian besar dunia usaha diselimuti kebimbangan.

"PTPN V sangat membantu karena pesannya awal pandemi. Banyak orderan, kami jadi tertolong," ujar Desrico Apriyus, Kepala Pemasaran RJS.

Dia mengatakan saat ini seluruh pandai besi di kampung itu, termasuk yang bekerja di sentra IKM RSJ tengah mengerjakan pesanan miliaran rupiah itu. Alhasil, warga di sana pun mendapatkan pendapatan tetap hingga lebih Rp6 juta perbulan. Angka itu lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Desrico mengatakan selain membawa dampak langsung ke pendapatan warga, ternyata PTPN V juga turut mengangkat citra RJS. Desrico yang merupakan satu-satunya pengurus bergelar sarjana ekonomi itu menjelaskan tidak sekedar membeli peralatan, BUMN itu juga membantu mempromosikan produk-produk RJS hingga tingkat nasional.

"Pada awal tahun ini PTPN V mempromosikan langsung produk kami di depan Menteri Ketenagakerjaan, Ibu Ida Fauziah saat peringatan Bulan K3 di Pekanbaru. Belum lama ini kami juga diundang langsung untuk memperkenalkan produk kami di depan Ketua DPD RI Bapak La Nyalla Mattalitti," paparnya.

Desrico mengatakan PTPN V juga kerap memfasilitasi RJS untuk ikut dalam kegiatan pelatihan dan pameran. Dukungan itu membuat RJS semakin dikenal bahkan kini mulai kebanjiran pesanan. "Nama kami jadi dikenal dan sekarang ada lima perusahaan perkebunan lainnya yang juga telah memesan."

Pemasaran Daring

Selain penjualan secara langsung, RJS menjual produk hasil tani mereka melalui daring. Langkah itu ditempuh sebagai bagian untuk mendorong usaha sentra pengrajin besi di desa tersebut berkembang sesuai dengan kebutuhan zaman.

Masandri, bapak dua anak yang juga memiliki keturunan bakat pengrajin besi dari kakeknya tersebut mengatakan saat ini pikirannya lebih tenang dengan dibentuknya IKM RJS. Terlebih, pesanan PTPN V telah menjamin pendapatan masyarakat setempat yang 70 persennya mencari nafkah sebagai pandai besi.

"Saya sangat bersyukur dapur tetap ngepul. Kebutuhan masih tercukupi. Saya berterimakasih kepada PTPN V karena telah mempercayakan pengadaan alat panen ini kepada kami," kata Masandri yang juga kepala tukang dan memiliki lima anggota tersebut.

Di tempat terpisah, CEO PTPN V Jatmiko K Santosa menjelaskan bahwa pihaknya memercayakan RJS sebagai pemasok alat-alat panen karena kualitas para pandai besi yang mampu memenuhi standar nasional dan ekspektasi perusahaan.

Selain itu, Jatmiko menyebut sebagai wujud komitmen BUMN yang bergerak di sektor perkebunan sawit dan karet ini untuk mendukung program pemerintah agar mendongkrak perekonomian rakyat di tengah pandemi.

"Kami telah melaksanakan kontrak pengadaan senilai Rp1,6 miliar dengan Rumbio Jaya Steel sebagai wujud kehadiran kami untuk terus tumbuh dan mensejahterakan masyarakat," kata Jatmiko.

Lebih jauh, Jatmiko menjelaskan melalui kemitraan yang dibangun PTPN V telah memberikan multiplier effect kepada RJS sehingga mereka mendapatkan kepercayaan dari perusahaan perkebunan swasta untuk turut membeli produk lokal.

Pihaknya akan terus berusaha mendukung RJS, termasuk rencana melibatkan RJS ke dalam dana modal kerja bergulir melalui program kemitraan PTPN V pada 2020 ini.

"Keberadaan PTPN V hadir untuk rakyat dan kami bersyukur mampu menjalankan amanah negara untuk tumbuh bersama rakyat. Bagi kami, itulah salah satu jalan meneruskan perjuangan para pahlawan," kata Jatmiko.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perkebunan ptpn v industri kecil
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top