Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekonomi Riau Kuartal III/2020 Membaik, Meski Turun 1,67 Persen

Kalau dibandingkan triwulan II/2020, ternyata perekonomian Riau mengalami perbaikan sebesar 5,78 persen.
Eko Permadi
Eko Permadi - Bisnis.com 05 November 2020  |  16:37 WIB
Petugas kasir mengenakan alat pelindung diri berupa masker, face shield, dan sarung tangan ketika melayani pembeli di salah satu gerai penjualan kebutuhan pokok di Mal Pekanbaru, Riau, Selasa (13/10/2020).  - ANTARA
Petugas kasir mengenakan alat pelindung diri berupa masker, face shield, dan sarung tangan ketika melayani pembeli di salah satu gerai penjualan kebutuhan pokok di Mal Pekanbaru, Riau, Selasa (13/10/2020). - ANTARA

Bisnis.com, PEKANBARU — Pertumbuhan ekonomi Riau kuartal III tahun 2020 mulai membaik meski turun 1,67 persen dibandingkan tahun lalu (year on year/yoy). Dibandingkan kuartal II/2020, pertumbuhan mencapai 5,78 persen.

Kepala BPS Riau Misfaruddin mengatakan jika dilihat pertumbuhan ekonomi Riau dari Januari sampai dengan kuartal III 2020, ekonomi Riau tanpa migas tumbuh positif sebesar 0.11 persen. Namun jika dihitung dengan migas, masih terkontraksi 0,91 persen.

“Kalau dibandingkan triwulan II/2020, ternyata perekonomian Riau mengalami perbaikan sebesar 5,78 persen,” kata Misfaruddin dalam keterangan secara virtual, Kamis (5/11/2020).

Misfaruddin melanjutkan setelah pencabutan PSBB beberapa lapangan usaha tercatat tumbuh cukup tinggi dibanding kuartal II sebelumnya. Jasa perusahaan mulai tumbuh 39,10 persen, penyediaan akomodasi dan makan minum 35,45 persen dan jasa lainnya 26.35 persen. Sedangkan tiga terendah yaitu pengadaan listrik dan gas sebesar 1.78 persen, pengadaan air turun 2,05 persen, terakhir pertambangan dan penggalian turun 3,63 persen.

Sementara dibandingkan tahun lalu, kenaikan tertinggi yaitu jasa kesehatan sebesar 18,52 persen, pengadaan listrik dan gas 12,79 persen serta informasi dan komunikasi 12,09 persen. Tiga terendah yaitu jasa perusahaan turun 29,23 persen, jasa lainnya turun 28,96 persen serta transportasi dan pergudangan turun 24,83 persen.

Sumber kontraksi ekonomi terbesar Provinsi Riau menurut lapangan usaha adalah Pertambangan & Penggalian sebesar 1,33 persen dan Perdagangan Besar & Eceran, dan Reparasi Mobil & Sepeda Motor sebesar 1,25 persen, dari kontraksi ekonomi total 1,67 persen.

Sedangkan menurut pengeluaran, Konsumsi Pemerintah sebesar 0,62 persen dan Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga sebesar 0,57 persen dari kontraksi ekonomi total 1,67 persen.

“Meskipun industri pengolahan dan pertanian, kehutanan dan perikanan tumbuh, ekonomi Riau masih mengalami kontraksi,” tambahnya.

Struktur PDRB terbesar Riau berasal dari industri pengolahan sebesar 28,74 persen. Sayangnya, pertumbuhan pada kuartal III ini hanya 1,49 persen. Namun, ditopang dari sektor pertanian, kehutanan dan perikanan (terbesar kedua) yang tumbuh 3,95 persen.

Sedangkan dari segi struktur, pertambangan dan penggalian serta perdagangan dan reparasi yang cukup besar malah mengalami kontraksi yang dalam masing-masing turun 8.09 persen dan 13,00 persen.

Misfaruddin paparkan ekonomi Riau terbesar ke-6 di Indonesia dan terbesar ke-2 di luar Pulau Jawa setelah Sumatra Utara. Sementara kontribusi PDRB Riau secara nasional mencapai 4,70 persen.

PDRB Riau Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) pada kuartal III/2020 sebesar Rp107,76 triliun. Kemudian PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) periode yang sama mencapai Rp187,48 triliun. Kondisi ekonomi Riau masih lebih baik dari pertumbuhan nasional. Pada kuartal III/2020, ekonomi Indonesia minus 3,49 persen dibanding tahun lalu. (K42)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

riau sumut
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top