Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mentan Pantau Optimalisasi MT-II dan Overstock Beras 2020 di Sumbar

Usai mendampingi Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya ke proyek prioritas food estate di Kabupaten Humbang Hasundutan, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo langsung bertolak ke Sumatra Barat untuk memantau jalannya panen raya padi di Kecamatan 2x11 Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman.
Noli Hendra
Noli Hendra - Bisnis.com 27 Oktober 2020  |  19:48 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat melakukan panen raya padi di Kecamatan 2x11 Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat, Selasa (27/10/2020). - Istimewa
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat melakukan panen raya padi di Kecamatan 2x11 Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat, Selasa (27/10/2020). - Istimewa

Bisnis.com, PADANG PARIAMAN - Usai mendampingi Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya ke proyek prioritas food estate di Kabupaten Humbang Hasundutan, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo langsung bertolak ke Sumatra Barat untuk memantau jalannya panen raya padi di Kecamatan 2x11 Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman.

Dalam kunjungan ini, Mentan ingin memastikan bahwa kebutuhan logistik beras nasional dalam kondisi aman dan terkendali. Selain itu, Kabupaten Padang Pariaman sebagai wilayah strategis pertanian nasional diharapkan mampu mengoptimalkan overstock beras tahun 2020.

"Saya berharap semua daerah mulai menyiapkan lumbung pangannya masing-masing. Saya ingin para kepala daerah mampu menyangga kebutuhan rakyat yang ada," kata Mentan di Padang Pariaman, Selasa (27/10/2020).

Terlebih jumlah stok beras di akhir Desember tahun ini mencapai 5,9 juta ton. Apabila produksi beras kita 31,63 juta ton dan kebutuhan konsumsi sebesar 30 juta ton, maka stok beras kita hingga akhir tahun sebanyak 7 juta ton.

"Kondisi ini harus kita optimalkan dengan baik," ucap dia.

Meski demikian, Mentan mengapresiasi kerja keras jajaran pemerintah daerah dalam mengamankan produktivitas cadangan beras 2020. Kata Mentan, peranan daerah sangat menentukan kecukupan kebutuhan pangan nasional.

"Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Bapak Bupati Padang Pariaman, beserta jajaran atas kerjasamanya dalam pelaksanaan kegiatan panen beras ini," ujar Mentan.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi beras tahun 2020 mencapai 31,63 juta ton. Angka produksi tersebut diperoleh dari luas panen padi 2020 mencapai 10,79 juta hektare dan produksi padi diperkirakan sebesar 55,16 juta ton GKG.

Mentan berharap, peranan Provinsi dan Kabupaten mampu melakukan gerakan akselerasi dengan memanfaatkan Kostratani yang ada di tiap Kecamatan.

Dikatakannya kostratani adalah perangkat ujung tombak dalam peningkatan produksi pertanian. Apalagi, tahun ini sudah memasuki MT-I bulan Oktober-Maret 2020/2021.

"Tentunya ada target produksi yang harus bisa kita capai. Dengan penetapan target tanam padi seluas 8,2 juta hektare dan jagung seluas 3,3 juta hektare yang akan dibagi ke semua wilayah, maka kita perlu melakukan langkah operasional yang lebih konkret," katanya.

Oleh karena itu, Mentan berjanji akan terus memberikan bantuan sarana produksi, alat pra panen dan pascapanen, serta mendorong para petani menggunakan fasilitas kredit usaha rakyat (KUR) dan pengembangan pertanian berbasis korporasi klaster.

"Kita akan terus dorong untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri supaya dapat mengurangi impor dan meningkatkan volume ekspor," katanya.

Sebagai informasi, Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan bantuan senilai Rp39,4 miliar untuk pertanian di Sumatra Barat.

Bantuan tersebut terdiri dari Ditjen Tanaman Pangan sebesar Rp18,2 miliar, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Rp12,8 miliar, Ditjen Perkebunan Rp4,3 miliar, serta Ditjen Hortikultura Rp3,9 miliar. (k56)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mentan sumbar
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top