Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Medan Sambut Positif Teknologi Telemedicine

Pemerintah Kota Medan mulai menerapkan pengobatan telekonsultasi, salah satunya melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Cristine Evifania Manik
Cristine Evifania Manik - Bisnis.com 18 Oktober 2020  |  17:13 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, MEDAN- Pandemi Covid-19 membuat pengobatan telekonsultasi atau telemedicine semakin diminati.
Pemerintah Kota Medan mulai menerapkan pengobatan telekonsultasi, salah satunya melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

“Saat ini sudah kita terapkan sebenarnya, ya. Tapi belum bisa kita ekspos. Semua ini juga dilakukan oleh BPJS,” ungkap Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Medan Mardohar Tambunan dalam diskusi virtual bertajuk Upaya Pencegahan dan Proteksi Kesehatan Menghadapi Pandemi Covid-19, Jumat (16/10/2020).

Mardohar menjelaskan ke depannya Pemerintah Kota Medan (Pemkot) tidak menutup kemungkinan akan bekerjasama dengan perusahaan start up pengembang layanan pengobatan telekonsultasi.

“Bisa saja pemkot bekerja sama dengan start up kalau memang justru penanggulangan Covid-19 ini bisa teratasi, ya mengapa tidak,” ungkap Mardohar.

Menurut Mardohar, pada dasarnya layanan kesehatan di Kota Medan masih didominasi oleh pengobatan tatap muka. Setiap faskes atau tenaga kesehatan dilengkapi dengan masker medis, alat perlindungan diri level tiga, dan disiplin jaga jarak fisik.

Sejak virus Covid-19 masuk ke Indonesia, Kementerian Kesehatan telah menerbitkan Surat Edaran No. HK.02.01/Menkes/303/2020 Tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Melalui Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) pada April 2020. Surat edaran tersebut sebagai acuan bagi tenaga kesehatan untuk melakukan pengobatan telekonsultasi.

Telekonsultasi: Tidak Terbatas Ruang dan Waktu

Ahli Saraf dari Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Arthur H.P. Mawuntu dan kandidat doktoral Universitas Oxford Ralalicia Limato menyatakan pandemi Covid-19 memaksa pemerintah dan penyedia layanan kesehatan berdaptasi dengan teknologi komunikasi.

“Kami melakukan studi pada 22 dokter umum dan spesialis dari berbagai daerah di Indonesia. Sebanyak 20 dokter telah mempraktikkan telekonsultasi atas permintaan pasien. Dibanding era sebelum pandemi, layanan ini naik drastis,” ungkap Arthur dan Ralalicia dalam essay mereka yang berjudul Telekonsultasi Medis Meningkat Pesat Saat Pandemi Covid-19, Tapi Muncul Tiga Masalah Baru, dikutip pada Minggu (18/10/2020).

Arthur dan Ralalicia memprediksi layanan ini akan semakin popular karena efisien dari segi waktu dan akses. Pandemi Covid-19 yang belum diketahui kapan berakhir juga merupakan faktor yang memengaruhi.

Menanggapi hal tersebut, salah satu layanan telekonsultasi GoMed, buatan Gojek yang bekerja sama dengan Halodoc, juga menyatakan terjadi pertumbuhan pengguna yang cukup signifikan sejak awal pandemi Covid-19 di Indonesia.

“Selama beberapa bulan terakhir transaksi di GoMed, pelayanan perawatan kesehatan online yang bekerja sama dengan Halodoc, tumbuh 300% di tengah pandemi di lebih dari 100 kota,” ungkap Head of Third-Party Platform Gojek Sony Radhityo, Minggu (18/10/2020).

Sony mengungkapkan dalam rangka menjaga kesehatan, kebersihan, dan keamanan (J3K), layanan ini menyediakan akses rapid test secara drive thru, konsultasi jarak jauh, penghantaran obat, dan layanan janji temu konsultasi medis (appointment services).

Survei yang dilakukan Gojek menunjukkan rata-rata tingkat kepuasan pelanggan layanan telemedicine GoMed sebesar 98,5 persen pada tahun 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

medan sumut
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top